Kediri – Di balik viralnya patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, tersimpan kisah mistis dari sang pembuat patung. Suwari, seniman asal Kediri yang dipercaya membuat patung tersebut, mengaku sempat mengalami mimpi memerankan ludruk dengan lakon sosok siluman Macan Putih sebelum proses pengerjaan dimulai.
Suwari mengatakan, mimpi itu memperlihatkan ia didatangi oleh salah satu pamong desa yang mau menyewa ludruk miliknya dan memerankan siluman Macan Putih. Macan Putih sendiri diyakini sebagai simbol penjaga atau danyang desa.
Ia menilai pengalaman tersebut sebagai isyarat sekaligus penguat batin sebelum menerima pesanan pembuatan patung dari Kepala Desa Balong Jeruk, Safi’i.
“Cerita Macan Putih itu memang sudah lama saya dengar. Waktu dapat pesanan, saya juga sempat mimpi,” ujar Suwari.
Patung Macan Putih tersebut dikerjakan Suwari selama sekitar 19 hari, meski tidak penuh setiap hari. Seluruh proses, mulai dari pembuatan patung hingga bagian bawah patung pijakan Macan, dikerjakan sendiri tanpa bantuan pekerja lain.
Suwari sendiri dikenal sebagai seniman patung berpengalaman. Ia mengaku mulai menekuni seni patung sejak tahun 1980-an dan telah menghasilkan berbagai karya, mulai dari patung menjangan, tokoh pewayangan seperti Petruk dan Punakawan, hingga patung raksasa dan hewan untuk berbagai daerah di Kediri dan sekitarnya.
Terkait konsep, Suwari menyebut sejak awal ia diminta membuat patung Macan Putih sesuai legenda Desa Balongjeruk. Menurutnya, Macan Putih bukan sekadar hewan, melainkan simbol kekuatan dan penjaga desa secara spiritual.
“Kalau di cerita orang tua dulu, Macan Putih itu bukan macan biasa. Itu macan gaib, penjaga wilayah,” katanya.
Suwari menambahkan, tidak ada kesulitan berarti selama proses pembuatan patung. Ia sudah terbiasa mengerjakan patung dengan berbagai bentuk dan ukuran. Biaya pembuatan patung disebut sekitar Rp2 juta untuk jasa pembuatan, sementara material disediakan terpisah senilai 1,5 juta rupiah.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Balongjeruk Safi’i bahwa patung ini dibuat setelah musyawarah dengan tokoh masyarakat.
“Saat musyawarah disepakati ingin membuat ikon Macan Putih sesuai dengan legenda atau cerita Desa Balongjeruk,” katanya.
Dengan hasil yang kurang sempurna menurut Safi’i, ia tetap berterimakasih atas saran dan kritik warganet, kedepan pihaknya berencana akan memperbaiki ikon desa tersebut.
Seperti diketahui, patung Macan Putih Balongjeruk belakangan viral di media sosial karena bentuknya yang dinilai unik dan lucu. Meski menuai beragam komentar, patung tersebut justru menarik banyak warga datang ke lokasi untuk melihat langsung dan berfoto.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










