Kediri – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri mulai melakukan persiapan pengaturan lalu lintas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Sejumlah titik rawan kemacetan menjadi fokus utama.
Kepala Dishub Kota Kediri, Arief Cholisudin, mengatakan bahwa kini pihaknya fokus untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di simpang-simpang utama yang menjadi pintu masuk Kota Kediri.
“Yang menjadi bahan rapat kami adalah simpang-simpang yang masuk Kota Kediri yang perlu kita antisipasi potensi kemacetannya,” ujar Arief.
Ia menyebutkan, ada empat titik utama yang menjadi perhatian, yakni Simpang Mrican, Simpang Jetis, Simpang Betet, dan Simpang Ngronggo. Pengaturan lalu lintas di titik-titik tersebut akan disesuaikan dengan kondisi kepadatan kendaraan, termasuk pengaturan durasi lampu lalu lintas.
“Untuk simpang Jetis, Betet, dan Ngronggo, kita lebih mengatur pada lampu lalu lintas. Mana yang padat, lampunya akan kita panjangkan,” jelasnya.
Selain itu, Dishub juga mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat kegiatan masyarakat, khususnya pada malam pergantian tahun. Salah satu agenda yang sudah terkonfirmasi adalah kegiatan di Jalan Stasiun, yang diprediksi menjadi titik keramaian.
“Untuk tahun baru, kemacetan yang perlu diantisipasi salah satunya di Jalan Stasiun karena ada acara yang dipastikan akan dikunjungi masyarakat,” kata Arief.
Sementara pada perayaan Natal, potensi kemacetan lebih banyak disebabkan oleh aktivitas ibadah di gereja-gereja.
“Kalau Nataru, biasanya hanya hilir mudiknya kendaraan, terutama di sekitar gereja,” tambahnya.
Terkait pengamanan dan rekayasa lalu lintas, Arief menyampaikan ada kebijakan berbeda yang akan diterapkan, khususnya di Simpang Dermo. Di kawasan tersebut, akan diberlakukan pembatasan manuver kendaraan untuk mengurangi antrean panjang.
“Yang paling beda nanti di Simpang Dermo. Dari arah timur Muhammadiyah, kendaraan tidak bisa langsung belok. Harus lurus dulu dan nanti berputar,” ungkapnya.
Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah antrean kendaraan yang dapat berdampak hingga Simpang Mrican.
“Kalau kita biarkan belok langsung, nanti kena lampu merah dan efeknya bisa panjang sampai Simpang Mrican,” jelas Arief.
Dishub Kota Kediri juga menyiapkan jalur alternatif bagi masyarakat dan akan bekerja sama dengan wilayah kabupaten sekitar untuk penempatan petugas di titik-titik tertentu.
“Kami akan memberikan informasi jalur alternatif dan bekerja sama dengan kabupaten untuk penempatannya,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some








