Kediri – Pemerintah Kota Kediri menggelar Apel Gelar Peralatan dan Simulasi Bencana Banjir di Taman Brantas. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dan diikuti oleh jajaran Forkopimda, OPD, BPBD Kota Kediri, relawan, serta berbagai unsur lintas sektor.
Dalam amanahnya, Wali Kota Vinanda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kesiapsiagaan bencana di Kota Kediri. Ia menegaskan bahwa Pemkot Kediri tidak bekerja sendiri, melainkan bergerak bersama seluruh unsur untuk menjadikan kota ini aman, nyaman, dan tangguh bencana.
“Kehadiran Bapak Ibu di sini menunjukkan bahwa Kota Kediri tidak berjalan sendiri. Kita satu barisan, satu komando, satu tujuan menjadikan Kota Kediri kota yang aman, nyaman, serta tangguh bencana,” ujar Vinanda.
Dalam paparannya, Vinanda menyebut informasi dari BMKG yang memprediksi bahwa tahun ini hingga tahun depan, Kota Kediri akan mengalami intensitas hujan tinggi dengan curah mencapai 1000–1500 mm. Selain itu, surat edaran Pemprov Jawa Timur menempatkan Kota Kediri sebagai kawasan padat penduduk yang berada di sekitar daerah aliran sungai, sehingga memiliki potensi tinggi terhadap bencana banjir.
“Bencana memang tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya masih bisa kita kurangi dengan kesiapsiagaan,” tegasnya.
Walikota juga menegaskan pentingnya penguatan lingkungan melalui penanaman pohon sebagai mitigasi jangka panjang.
“Perlu kita ingat bahwa alat yang canggih tidak ada artinya tanpa manusia yang sigap. Kita punya banyak alat, tapi kita harus punya SDM yang tanggap dan peka,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menjelaskan bahwa simulasi ini melibatkan berbagai unsur dan masyarakat.
“Apel melibatkan semua unsur. Semua peralatan kita keluarkan agar ketika ada bencana semuanya sudah siap,” ungkap Joko.
Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana banjir di Sungai Brantas. Diantaranya melibatkan warga dari Kelurahan Gayam dan Ngampel masing-masing 10 orang turut terlibat dan ditempatkan di seberang Sungai Brantas sebagai bagian dari skenario banjir. Saat simulasi, warga melapor melalui layanan Lapor Mbak Wali 112 dan seluruh OPD bergerak melakukan pertolongan sesuai prosedur.
TNI, Polri, Brimob, Basarnas, relawan, hingga warga turut ambil bagian dalam proses evakuasi, termasuk penyelamatan dua korban banjir yang tenggelam di area sungai.
“Memang ada potensi banjir, puncaknya menurut BMKG di Januari. Tapi kita harus antisipasi sejak sekarang, karena ramalan bisa berubah. Yang penting kita siap,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









