BERITA KEDIRI
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
BERITA KEDIRI
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Petilasan Sri Aji Joyoboyo, Warisan Spiritual dan Sejarah Kediri

redaksi by redaksi
September 23, 2025
in Peristiwa
0
BPBD Kediri Bergerak Cepat Bantu Korban Angin Kencang di Besowo

Kediri – Petilasan Prabu Sri Aji Joyoboyo yang berada di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, menjadi salah satu situs bersejarah dan spiritual yang hingga kini ramai diziarahi masyarakat. Lokasi ini diyakini sebagai tempat lahir hingga muksa (menghilang tanpa jasad) sang raja besar Kediri yang dikenal dengan ramalan legendarisnya, Jangka Jayabaya.

Menurut juru kunci petilasan, Mukri, terdapat tiga titik utama di kawasan ini. Pertama, Loka Mahkota sebagai tempat Prabu Joyoboyo melepas mahkota, kedua Loka Busana tempat beliau menanggalkan busana kerajaan, dan terakhir Loka Moksa sebagai titik muksa. “Semua yang menempel pada dirinya ditinggalkan. Seperti raja meninggalkan semua dengan ikhlas,” jelas Mukri pada Selasa (23/9).

Tradisi berdoa di petilasan ini dilakukan dengan penuh tata krama. Peziarah biasanya membawa bunga serta dupa atau kemenyan sebagai sarana penghormatan. Mereka datang dengan tujuan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, melalui perantara doa restu Prabu Joyoboyo. Malam Jumat Legi menjadi waktu yang dianggap istimewa, di mana banyak peziarah, mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat, datang untuk berdoa.

Petilasan ini awalnya hanya berupa pamuksan sederhana yang dianggap sebagai makam. Tahun 1860, tempat ini sudah dikenal masyarakat dan dijuluki Mbah Ageng Joyoboyo. Kemudian, pada 1972, Yayasan Hondodento dari Yogyakarta mendapat kepercayaan untuk membangun kawasan petilasan, hingga akhirnya rampung pada 17 April 1976.

Prabu Joyoboyo sendiri dikenal sebagai raja yang adil, mengutamakan kemakmuran rakyat, dan diyakini sebagai titisan Wisnu. Ramalannya, Jangka Jayabaya, hingga kini masih menjadi bagian dari keyakinan masyarakat Jawa. “Beliau dituakan, bahkan dianggap sebagai sosok linuwih. Karena itulah hingga sekarang masyarakat masih percaya dan datang untuk ngalap berkah,” tambah Mukri.

Selain ziarah harian, setiap 1 Suro diadakan upacara khusus sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat sejarah bagi generasi penerus. Prosesi biasanya dilakukan dengan kirab dari Balai Desa menuju petilasan, diikuti ratusan peserta, termasuk pelajar. Mereka membawa bunga untuk kemudian ditabur di area petilasan sebagai simbol penghormatan.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Mustika, menegaskan bahwa keberadaan petilasan dan agenda ritual tahunan Sri Aji Joyoboyo merupakan salah satu warisan budaya yang harus terus dijaga. “Petilasan dan agenda tahunan ritual Sri Aji Joyoboyo adalah salah satu budaya di Kediri yang harus kita lestarikan. Itu sudah terdaftar sebagai kekayaan intelektual komunal di Kementerian Hukum dan HAM pada tahun 2021,” ujarnya.

Kini, Petilasan Prabu Sri Aji Joyoboyo bukan hanya menjadi tempat spiritual, tetapi juga destinasi budaya dan sejarah yang mengingatkan masyarakat akan kejayaan masa lalu Kediri sekaligus pesan kebijaksanaan sang raja. kin/mg


There is no ads to display, Please add some
Tags: Budaya KediriSri Aji Joyoboyo
Advertisement Banner
redaksi

redaksi

Search By Date

Recommended

Pemkot Kediri Komitmen Lanjutkan Pembangunan Alun-Alun, Tekankan Pentingnya Jalankan Keputusan MA

Pemkot Kediri Komitmen Lanjutkan Pembangunan Alun-Alun, Tekankan Pentingnya Jalankan Keputusan MA

3 bulan ago
Kasus Madu Klanceng Kediri, PH : Penetapan Tersangka Chrisma Terkesan Dipaksakan

Kasus Madu Klanceng Kediri, PH : Penetapan Tersangka Chrisma Terkesan Dipaksakan

2 tahun ago

Don't Miss

32 Pramuka Penggalang Kota Kediri Dibekali Wawasan Wisata- Ketahanan Pangan

32 Pramuka Penggalang Kota Kediri Dibekali Wawasan Wisata- Ketahanan Pangan

Juni 23, 2026
Pembelajaran Menuju PEKKA Berdaya Diikuti 92 Perempuan Kepala Keluarga

Pembelajaran Menuju PEKKA Berdaya Diikuti 92 Perempuan Kepala Keluarga

Juni 23, 2026
Dividen Gudang Garam Naik 60 Persen, Pemegang Saham Terima Rp800 per Lembar

Dividen Gudang Garam Naik 60 Persen, Pemegang Saham Terima Rp800 per Lembar

Juni 23, 2026
Ketum Pagar Nusa Sigap Kawal Kiai Sepuh Usai Ketegangan di Munas-Konbes NU

Ketum Pagar Nusa Sigap Kawal Kiai Sepuh Usai Ketegangan di Munas-Konbes NU

Juni 23, 2026

BERITA KEDIRI

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.

© www.beritakediri.com - Referensi Kediri Raya

BeritaKediri.com

  • BERITA KEDIRI – Referensi Kediri Raya
  • Indeks
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
BERITA KEDIRI

No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.