Kediri – Fenomena fatherless atau minimnya peran ayah dalam pengasuhan anak menjadi perhatian dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kota Kediri. Melalui tema “Ayah Wajib Hadir”, Pemerintah Kota Kediri mengajak para ayah untuk lebih terlibat dalam kehidupan anak, tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga secara emosional.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan, anak-anak tidak hanya membutuhkan sosok ayah yang hadir di rumah, tetapi juga ayah yang benar-benar hadir dalam setiap proses tumbuh kembang mereka.
“Tema Harganas tahun ini, ‘Ayah Wajib Hadir’, mengingatkan kita bahwa anak-anak tidak hanya membutuhkan ayah yang hadir secara fisik, tetapi ayah yang benar-benar hadir dalam hidup mereka. Hadir untuk mendengarkan cerita anak, menemani belajar, bermain bersama, dan menjadi teladan dalam keseharian,” ujar Vinanda, Jumat (10/7).
Menurutnya, orang tua kerap terlalu fokus menyiapkan masa depan anak hingga lupa menikmati proses tumbuh kembang mereka saat ini. Padahal, kenangan terbaik seorang anak bukanlah hadiah yang mahal, melainkan waktu dan perhatian dari kedua orang tuanya.
Senada dengan itu, Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, Fajri Mubasysyir, mengatakan tema tersebut diangkat sebagai bentuk keprihatinan pemerintah terhadap fenomena fatherless yang kini menjadi perhatian nasional.
“Fatherless itu bukan berarti ayahnya tidak ada, tetapi kepemimpinan sosok ayah ini yang tidak muncul di keluarga,” ujarnya.
Fajri menilai perkembangan teknologi turut menjadi tantangan dalam membangun kedekatan di dalam keluarga. Menurutnya, tidak sedikit keluarga yang sebenarnya berkumpul dalam satu ruangan, tetapi masing-masing sibuk dengan telepon genggam sehingga interaksi menjadi minim.
“Sekarang rata-rata ayah pegang HP, ibu pegang HP, anak juga pegang HP. Walaupun duduk bersama atau makan bersama, semuanya sibuk dengan gawainya masing-masing. Nah, itu yang harus kita ubah. Harus ada waktu tertentu untuk benar-benar bersama keluarga,” katanya.
Sebagai bentuk penguatan peran ayah, Pemkot Kediri menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan ayah dan anak, seperti menggambar bersama. Selain itu, Wali Kota Kediri juga menerbitkan surat edaran yang mengajak para ayah mengambil rapor anak serta mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah. Fajri menegaskan pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.
“Sudah tidak waktunya semua urusan anak diserahkan kepada ibu. Ayah juga harus banyak berperan. Sosok ayah menjadi pelindung, memberikan rasa aman, edukasi, dan menjadi teladan bagi anak-anaknya,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










