Kediri – Pemerintah Kota Kediri menggelar pembinaan keberangkatan bagi calon jemaah haji tahun 2026 di Hotel Lotus Garden, Kota Kediri pada Senin (27/4). Kegiatan tersebut diikuti ratusan calon jemaah haji dan petugas pendamping sebagai bagian dari persiapan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
“Perjalanan haji ini tentunya bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan mental dan kesiapan lahir batin,” ujarnya.
Ia berpesan agar seluruh calon jemaah tetap disiplin selama menjalankan ibadah haji, terutama dalam menjaga kesehatan dan pola makan. Selain itu, para jemaah diminta aktif berkoordinasi dengan petugas haji apabila mengalami kendala selama di Tanah Suci.
“Harus terus berkoordinasi dengan petugas haji. Ada apa pun harus berkoordinasi. Intinya harus saling menjaga. Jangan sampai nanti kita berangkat 281 pulang ternyata hanya 280 atau kurang dari itu,” katanya.
Wali kota juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik Indonesia dan daerah selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
“Karena kita sama-sama menjaga nama bangsa Indonesia dan menjaga nama daerah kita, harus berperilaku yang baik juga,” tambahnya.
Dalam pendampingan jemaah, Pemkot Kediri menyiapkan lima petugas haji yang terdiri dari dua dokter, satu perawat, serta petugas pendamping lainnya untuk membantu kebutuhan dan pembinaan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, menjelaskan kegiatan pembinaan dilakukan sebagai bentuk perlindungan kesehatan bagi jemaah haji di tengah tantangan global, mulai dari cuaca ekstrem di Arab Saudi hingga risiko penularan penyakit.
“Pemerintah daerah berkewajiban membekali jemaah dengan kemampuan menciptakan kesehatan mandiri sehingga mencapai status istithaah kesehatan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, total calon jemaah haji yang siap berangkat tercatat sebanyak 284 orang dengan lima petugas pendamping. Dari jumlah tersebut, sekitar 54,85 persen jemaah masuk kategori risiko kesehatan ringan hingga berat.
Penyakit terbanyak yang diderita calon jemaah haji antara lain hipertensi sebesar 33,10 persen, hiperlipidemia 27,46 persen, dan diabetes melitus 17,25 persen.
Selain itu, para jemaah diwajibkan menyelesaikan vaksinasi meningitis, polio, dan COVID-19 sebelum keberangkatan. Hingga saat ini, capaian vaksinasi meningitis dan polio telah mencapai 98,97 persen, sedangkan vaksinasi COVID-19 mencapai 98,63 persen.
Kegiatan pembinaan tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari calon jemaah haji, tenaga kesehatan haji, petugas pendamping, unsur Kementerian Agama, serta jajaran Dinas Kesehatan Kota Kediri.
There is no ads to display, Please add some









