Kediri – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa perencanaan pembangunan daerah tidak boleh menunggu persoalan menjadi viral di media sosial.
Ia menekankan pentingnya kepekaan pemerintah terhadap kebutuhan riil masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik, agar pembangunan benar-benar berdampak dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat membuka Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mojoroto pada Senin (9/2), yang menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah Kota Kediri.
“Jangan sampai sekolah atau puskesmas ambruk dulu, viral dulu, baru kita bergerak. Ini tidak boleh terjadi. Kita harus peka sejak awal,” tegas Vinanda.
Menurutnya, Musrenbang memiliki peran strategis sebagai wadah bersama untuk mengidentifikasi permasalahan dan potensi wilayah, sekaligus menyusun program pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar formalitas.
Dalam arah kebijakan pembangunan Kota Kediri, Vinanda menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh perangkat wilayah untuk mencermati kondisi sekolah-sekolah, mulai dari kelengkapan sarana prasarana hingga keamanan bangunan.
“Kalau ada sekolah yang bangunannya sudah tidak layak, sarana belum lengkap, itu harus dicatat dan diprioritaskan. Karena sekolah adalah tempat membentuk generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius. Wali Kota meminta agar kondisi puskesmas dievaluasi secara menyeluruh, baik dari segi kelayakan bangunan maupun kelengkapan fasilitas pelayanan.
“Bagaimana kita mau menunjukkan kota sehat kalau puskesmasnya tidak lengkap. Pendidikan dan kesehatan yang lemah adalah tanda daerah tidak maju,” tambahnya.
Tak hanya itu, Vinanda juga menyoroti pentingnya infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, jembatan, dan penerangan jalan umum. Ia menekankan perlunya sinkronisasi perencanaan dari tingkat kelurahan hingga kota.
Di bidang ekonomi, Wali Kota mendorong penguatan UMKM, khususnya bagi warga Desil 1–5 atau kelompok miskin ekstrem. Menurutnya, bantuan pemerintah harus disertai pendampingan dan pelatihan agar UMKM menghasilkan produk yang berkualitas, higienis, dan berdaya saing.
“Bukan sekadar diberi alat lalu dilepas. Kita dampingi, kita latih, supaya produknya berkualitas dan mampu mengangkat kesejahteraan warga,” katanya.
Terakhir, Vinanda menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi fokus pembangunan. Ia meminta agar kantor kelurahan dan kecamatan memiliki sarana prasarana yang layak, bersih, dan nyaman demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Perencanaan pembangunan ke depan harus cermat, selektif, dan inovatif. Program yang disusun harus realistis, sesuai kebutuhan masyarakat, dan berorientasi pada hasil jangka panjang,” pungkasnya.
Dengan Musrenbang ini, Wali Kota berharap seluruh usulan yang dihimpun mampu melahirkan program pembangunan tahun 2027 yang berkualitas, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Kediri. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









