Kediri – Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar mulai 12 Maret hingga 25 Maret 2026 resmi berakhir. Selama Operasi Ketupat Semeru 2026 tercatat sebanyak 13 kejadian kecelakaan. Beruntung, tidak terdapat korban meninggal dunia maupun luka berat. Namun demikian, terdapat 26 korban luka ringan dengan total kerugian materiil mencapai Rp9.750.000.
AKP Yudho mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Ia menegaskan bahwa sebagian besar kecelakaan terjadi akibat pelanggaran, seperti menerobos lampu lalu lintas, tidak melengkapi kendaraan seperti spion, hingga kelalaian dalam berkendara.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu taat aturan berlalu lintas. Kecelakaan seringkali diawali dari pelanggaran, seperti menerobos traffic light, tidak menggunakan kelengkapan kendaraan, hingga kurang berhati-hati saat berkendara,” ujar Kasatlantas Polres Kediri Kota, AKP Tutud Yudho Prastyawan.
Selain itu, penggunaan telepon genggam saat berkendara juga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan. Pengendara yang tidak fokus dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Selama pelaksanaan operasi, Satlantas Polres Kediri Kota memfokuskan kegiatan pada pelayanan publik, pengamanan titik keramaian, serta kelancaran arus lalu lintas.
Kasatlantas Polres Kediri Kota menyampaikan bahwa secara umum kondisi lalu lintas selama operasi berlangsung dalam keadaan aman dan terkendali, meskipun terdapat beberapa titik yang mengalami kepadatan.
“Adapun sejumlah lokasi yang terpantau padat antara lain Simpang 4 Alun-alun, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Dhoho, dan Jalan Yos Sudarso. Kepadatan ini dipicu meningkatnya aktivitas masyarakat selama momentum Lebaran,” ujarnya Sabtu (28/3).
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, baik untuk diri sendiri maupun keluarga, serta tidak lupa berdoa sebelum memulai perjalanan.
“Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Kami berharap ke depan lalu lintas di wilayah Kediri Kota semakin tertib, lancar, dan angka kecelakaan dapat ditekan,” jelasnya.
Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Semeru 2026, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas terus meningkat demi menciptakan kondisi jalan yang aman dan nyaman bagi semua pengguna. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









