Kediri – Universitas Kadiri (Unik) menggelar Wisuda ke-61 dengan mewisuda 770 lulusan dari berbagai fakultas pada Sabtu (18/7). Pada momentum tersebut, kampus menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inovatif, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Ketua Yayasan Sudanco Supriadi, Heru Marwanto, mengatakan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat menjadi motivasi bagi Universitas Kadiri untuk menjaga kualitas pendidikan.
“Harapan dari wisuda ini adalah betul-betul menghasilkan lulusan yang unggul, inovatif, dan berkarakter. Kategori unggul bukan hanya dilihat dari indeks prestasi, tetapi bagaimana lulusan mampu memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut Fakultas Kesehatan masih menjadi penyumbang lulusan terbanyak. Bahkan, tingkat kelulusan uji kompetensi kebidanan tahun ini mencapai 100 persen, sehingga seluruh lulusan dinyatakan kompeten untuk menjalankan praktik sesuai bidangnya.
Menurut Heru, capaian tersebut menjadi salah satu keunggulan yang terus dipertahankan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen, penguatan fasilitas pendidikan, hingga peningkatan jenjang pendidikan dan jabatan akademik.
“Indikator kepercayaan masyarakat salah satunya adalah status akreditasi. Karena itu kami terus berupaya meningkatkan kualitas agar akreditasi institusi maupun program studi semakin baik,” katanya.
Ke depan, Universitas Kadiri juga menargetkan pembukaan Program Studi Doktor (S3), khususnya di bidang ilmu sosial. Rencana tersebut mulai disiapkan setelah kampus memiliki tiga guru besar yang menjadi fondasi pengembangan program doktor.
“Kami berharap nantinya Kediri memiliki Program Studi S3 ilmu sosial. Saat ini masih dilakukan studi kelayakan untuk menentukan bidang yang paling memungkinkan dibuka lebih dahulu,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Kadiri, Djoko Raharjo, mengatakan tema wisuda kali ini mengusung semangat internasionalisasi untuk menggapai daya saing global sebagai bagian dari persiapan menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, seluruh kebijakan kampus kini diarahkan untuk memperkuat sarana dan prasarana, kurikulum, serta kualitas sumber daya manusia agar lulusan memiliki kompetensi berstandar internasional.
“Visi kami mewujudkan Universitas Kadiri yang berkarakter, kompeten, unggul, dan berdaya saing internasional. Karena itu kami terus memperkuat seluruh aspek pendidikan,” ungkapnya.
Meski belum berencana membuka program studi baru dalam waktu dekat, Djoko menjelaskan kampus masih memprioritaskan penguatan Program Studi Kedokteran Gigi yang baru berdiri, terutama dalam peningkatan akreditasi dari predikat baik sekali menuju unggul.
Selain itu, Universitas Kadiri terus memperluas kerja sama internasional melalui berbagai program, seperti joint research, pertukaran dosen, dan pertukaran mahasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, India, Thailand, hingga Vietnam.
Kerja sama tersebut telah melibatkan sejumlah fakultas, di antaranya Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Teknik.
“Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman internasional sehingga ketika lulus mereka siap menghadapi persaingan global, baik di dunia kerja maupun dalam pengembangan keilmuan,” pungkas Djoko. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









