Kediri – Ribuan anggota Pramuka tingkat SMP, SMA, SMK, hingga Madrasah Aliyah mengikuti Apel Akbar Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jumat (17/7). Kegiatan kolaborasi Pemerintah Kota Kediri dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini menjadi upaya membangun karakter generasi muda sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sejak usia sekolah.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, apel akbar tersebut bukan sekadar kegiatan kepramukaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan calon pemimpin masa depan melalui pendidikan karakter yang dipadukan dengan praktik ketahanan pangan.
“Generasi muda adalah penerus perjuangan bangsa. Karena itu mereka harus dibina sejak dini, tidak hanya soal kepemimpinan, tetapi juga memahami pentingnya ketahanan pangan. Anak-anak harus belajar mengembangkan tanaman dan memanfaatkan lahan agar menjadi produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Vinanda, untuk jenjang SD dan SMP di Kota Kediri, pemerintah akan mendorong sekolah memanfaatkan lahan yang dimiliki menjadi kebun produktif. Pengelolaannya dapat dilakukan melalui metode hidroponik maupun teknologi pertanian lainnya.
“Sejak dini anak-anak harus diajarkan pentingnya ketahanan pangan. Kami akan menggerakkan sekolah agar memanfaatkan lahan yang ada menjadi lahan produktif,” katanya.
Melihat tingginya antusiasme peserta, Vinanda berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kami berharap apel akbar ini bisa menjadi agenda rutin. Syukur-syukur Ibu Gubernur juga dapat hadir langsung untuk memberikan motivasi kepada anak-anak di Kota Kediri,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi penyelenggaraan Apel Akbar Pramuka bertema ketahanan pangan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang mendorong penguatan sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan bangsa.

“Ini adalah salah satu program pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo. Kita ingin generasi muda kembali mengenal Indonesia sebagai negara agraris dan mencintai dunia pertanian melalui program ketahanan pangan,” ujarnya.
Aries menjelaskan, sekolah-sekolah di Jawa Timur saat ini telah mulai menginisiasi program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Melalui program tersebut, peserta didik tidak hanya menanam hingga memanen hasilnya, tetapi juga mempelajari seluruh proses pertumbuhan tanaman sebagai bagian dari pembelajaran mendalam (deep learning).
“Anak-anak belajar mulai dari menanam, merawat hingga tanaman tumbuh. Itu bagian dari proses pendidikan. Jadi bukan hanya mengejar hasil panennya, tetapi memahami seluruh prosesnya,” jelasnya.
Ia berharap semangat kepramukaan mampu melahirkan generasi yang mandiri, berjiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.
“Pramuka harus menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, tidak mudah menyerah, serta mampu menjaga lingkungannya. Dengan begitu mereka akan semakin memahami bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara agraris yang harus terus dijaga,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










