Kediri – Walikota Kediri meresmikan tiga rumah ibadah di SMP Negeri 1 Kota Kediri langkah nyata memperkuat nilai toleransi dan moderasi beragama di lingkungan pendidikan. Tiga rumah ibadah tersebut terdiri dari masjid, vihara dan pura yang diharapkan menjadi sarana pembelajaran keberagaman bagi para siswa.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan bahwa pembangunan rumah ibadah di sekolah merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati.
“Kegiatan hari ini adalah peresmian lima rumah tempat ibadah. Sebelumnya sudah ada di SMP 4, dan Alhamdulillah sekarang bertambah lagi di SMP 1. Ke depan, sekolah-sekolah lain juga harus memiliki rumah moderasi,” ujar Vinanda.
Vinanda menambahkan, keberadaan rumah ibadah di sekolah akan membuat siswa lebih nyaman dalam belajar dan beribadah tanpa harus jauh mencari tempat keagamaan di luar sekolah. Selain sebagai tempat ibadah, rumah moderasi juga menjadi ruang pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai kebhinekaan dan kebangsaan.
“Anak-anak akan nyaman belajar di sekolahnya dan tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan ilmu agama. Rumah moderasi ini bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga ruang yang mengandung nilai keagamaan, keberagaman, dan kebangsaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, mengatakan program rumah moderasi beragama ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pendidikan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Kementerian Agama.
“Harapannya dengan adanya rumah ibadah di sekolah, semangat toleransi dan saling menghormati antarumat beragama bisa tumbuh sejak dini. Anak-anak bisa belajar berdampingan, berdiskusi, dan memahami keberagaman secara langsung,” ujarnya.
There is no ads to display, Please add some









