Kediri – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa porsi menu dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kerap dinilai sedikit oleh sebagian orang tua, justru merupakan takaran yang tepat sesuai rekomendasi ahli gizi.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat peresmian SPPG Semampir. Ia meminta masyarakat tidak salah paham terhadap ukuran porsi makanan yang disajikan dalam program gizi tersebut.
“Kadang masyarakat menilai SPPG ini pelit karena porsinya terlihat sedikit. Padahal menurut ahli gizi, itulah takaran yang tepat dan dibutuhkan tubuh anak-anak,” ujar Vinanda.
Menurutnya, persepsi keliru ini berpotensi menimbulkan penolakan terhadap program yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi muda. Karena itu, Wali Kota secara khusus memerintahkan para guru dan pihak sekolah untuk aktif menjelaskan kandungan gizi menu SPPG kepada para siswa.
“Saya minta guru ikut menjelaskan, ini menunya apa, gizinya apa, vitaminnya apa, mineralnya apa. Supaya anak-anak paham dan bisa menyampaikan ke orang tuanya di rumah,” tegasnya.
Vinanda mencontohkan, ketika masyarakat makan di restoran Eropa dengan porsi kecil namun bergizi, jarang ada keluhan. Namun ketika hal serupa diterapkan dalam program gizi anak, justru sering disalahartikan.
“Nah ini yang perlu kita luruskan. Porsi sedikit bukan berarti pelit, tapi memang disusun sesuai kebutuhan gizi,” imbuhnya.
Ia berharap edukasi gizi bisa dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui media sosial, sosialisasi ke sekolah-sekolah, hingga pendampingan langsung saat pembagian menu SPPG. Dengan begitu, anak-anak tidak pulang dengan keluhan, melainkan membawa pemahaman tentang pentingnya pola makan sehat.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa kehadiran SPPG merupakan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia di Kota Kediri, khususnya untuk anak-anak serta kelompok 3B yakni ibu menyusui (Busui), ibu hamil (Bumil), dan balita.
“Dari dapur inilah kualitas kesehatan, kecerdasan, dan daya saing generasi masa depan mulai dibangun,” ujarnya.
Selain mencegah stunting dan gizi buruk, Vinanda juga mendorong agar SPPG menjadi penggerak ekonomi lokal dengan memanfaatkan bahan pangan dari petani, peternak, dan pelaku UMKM Kota Kediri.
Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk menjaga program SPPG agar tetap bersih, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Dengan niat baik dan kerja keras bersama, saya yakin SPPG ini akan menjadi fondasi lahirnya generasi Kota Kediri yang sehat, kuat, dan siap menyongsong masa depan,” pungkasnya.kin/mg










