Kediri – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati secara langsung memberangkatkan kontingen Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Kota Kediri yang akan berlaga pada ajang Piala Bela Negara 2026 di Jakarta, 24-26 Juli 2026 pada Rabu (22/7). Kontingen tersebut mewakili Jawa Timur setelah menorehkan prestasi di tingkat provinsi.
Dalam pelepasan tersebut, Vinanda memberikan semangat kepada para atlet agar bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan membawa nama baik Kota Kediri.
“Yang pertama tetap menjunjung tinggi sportivitas. Harapan terbesar adik-adik tentu menjadi juara, tetapi yang lebih penting adalah menunjukkan kemampuan terbaik dengan cara yang jujur, menjaga kekompakan, menghormati lawan, serta menjaga nama baik Kota Kediri,” ujar Vinanda.
Ia menegaskan kemenangan yang diraih melalui kerja keras dan kejujuran akan menjadi kebanggaan bagi semua pihak.
“Percuma kalau juara tetapi dengan cara yang tidak baik. Kalau juara diraih dengan kejujuran, kerja keras, dan kekompakan tim, pasti kita semua akan merasa bangga,” katanya.
Wali Kota juga mengapresiasi dedikasi pelatih, ofisial, dan orang tua yang telah mendampingi proses pembinaan atlet hingga mampu mewakili Jawa Timur di tingkat nasional. Ia berharap para atlet dapat terus berkembang hingga suatu saat membawa nama Indonesia di ajang internasional.
Selain itu, Vinanda berpesan agar seluruh atlet menjaga kesehatan, semangat, dan kekompakan selama mengikuti pertandingan.
Sementara itu, Ketua LDII Kota Kediri Agung Riyanto menjelaskan FORSGI merupakan wadah pembinaan sepak bola usia dini yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter.
Menurutnya, perjalanan FORSGI Kota Kediri dimulai dari Festival Kota Kediri yang diikuti tiga tim, kemudian lolos di tingkat Zona Jawa Timur, hingga berhasil berprestasi pada tingkat Provinsi Jawa Timur. Tim U-10 keluar sebagai juara pertama, sedangkan tim U-12 menjadi runner-up sehingga keduanya berhak mewakili Jawa Timur pada Piala Bela Negara 2026 di Jakarta.
“Target kami tentu juara satu. Anak-anak sudah menjalani latihan selama satu bulan penuh setelah kejuaraan provinsi, baik dari sisi fisik maupun kemampuan teknik, sehingga kami optimistis bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Agung.
Ia menambahkan, Piala Bela Negara bukan hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai karakter kepada para atlet, seperti disiplin, kerja sama, kekompakan, dan tanggung jawab.
“Sehingga mereka tumbuh menjadi generasi muda yang berprestasi sekaligus berkarakter,” pungkasnya.
There is no ads to display, Please add some










