Kediri – Wali Kota Kediri sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menekankan pentingnya membentuk generasi Pramuka yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa kehilangan karakter dan kepedulian sosial.
Pesan tersebut disampaikan Vinanda saat memimpin Apel Akbar dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 sekaligus penyambutan kontingen Jambore Nasional (Jamnas) di GOR Jayabaya Kota Kediri pada Jumat (4/9).
Dalam amanatnya, Vinanda mengatakan perkembangan teknologi digital membawa perubahan yang sangat cepat sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Karena itu, anggota Pramuka harus mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan tetap menjaga karakter.
“Karena itu saya ingin ke depan kita menjadikan diri menjadi generasi yang senang menggunakan teknologi, kemudian tetap menjaga karakternya. Jangan sampai teknologi membuat kita kehilangan kebutuhan sosial,” kata Vinanda.
Ia mengajak para anggota Pramuka menggunakan teknologi untuk kegiatan yang produktif, mulai dari berkarya, belajar, mengembangkan usaha, berbagi kebaikan hingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pertama, gunakan teknologi untuk berkarya, belajar, mengembangkan usaha, berbagi kebaikan, dan memberikan manfaat,” ujarnya.
Selain kemampuan beradaptasi dengan teknologi, Vinanda menilai generasi muda juga membutuhkan kompas moral agar tetap memiliki arah di tengah perubahan zaman.
“Kedua, menyiapkan kompas moral agar setiap generasi bangsa tetap memiliki arah di tengah perubahan zaman,” tuturnya.
Vinanda juga mengajak anggota Pramuka untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan potensi lokal. Menurutnya, kepedulian tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan masing-masing.
“Kita bisa mulai dari hal yang sederhana, seperti menanam dan merawat tanaman-tanaman yang ada di rumah, belajar mengolah sampah, dan mengurangi sampah yang kita hasilkan ataupun ikut berkegiatan di lingkungan kita,” katanya.
Lebih lanjut, Vinanda berharap Gerakan Pramuka Kota Kediri dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu membangun persaudaraan dan kemandirian.
“Adik-adik yang bukan hanya terampil membuat sesuatu yang istimewa, tetapi juga mampu memiliki persaudaraan. Adik-adik yang bukan hanya terampil memiliki kemandirian, tetapi juga mampu membangun kesejahteraan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Vinanda juga menyambut kepulangan kontingen Kota Kediri yang telah mengikuti Jambore Nasional. Apel Akbar menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para peserta sekaligus memperkuat semangat kebersamaan anggota Pramuka.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri AKBP Edy Herwiyanto mengatakan kegiatan tersebut diikuti 10.000 peserta mulai pramuka siaga penggalang, penegak, dan pandega. Kegiatan juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada kontingen Jamnas.
Menurutnya, pelaksanaan Jambore Nasional tidak berfokus pada perlombaan. Namun, peserta mengikuti berbagai kegiatan, termasuk karnaval yang mendapatkan apresiasi karena keunikannya.
“Kalau di Jambore langsung tidak ada lomba, tidak ada lomba. Namun untuk karnavalnya diapresiasi unik-unikannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan kepramukaan di Kota Kediri akan terus berlanjut melalui berbagai agenda. Mulai September, akan digelar sejumlah kegiatan dan perlombaan, termasuk lomba tingkat serta kegiatan yang menyesuaikan perkembangan zaman seperti robotika.
“9 September nanti kemudian nanti juga ada lomba-lomba, latihan, lomba tingkat, lomba tingkat 4, itu di tingkat Kota Kediri. Mulai lomba robotika, lomba kombinasi, dan lain-lain. Yang kekinian jadinya,” pungkasnya.kin/mg






Discussion about this post