Kediri – Pemerintah Kota Kediri mulai melaksanakan rehabilitasi total empat pilar Jembatan Brawijaya. Proyek ini menjadi bagian dari konsep baru yang diusung Wali Kota terpilih, dengan tujuan menghadirkan identitas baru bagi kawasan ikon Kota Kediri tersebut.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri, Yono Heryadi, menjelaskan bahwa perubahan desain ini merupakan hasil pembahasan bersama usai penetapan pergeseran anggaran pada Juni–Juli 2025. “Setelah Mbak Wali terpilih, beliau menginginkan konsep jembatan ini direhabilitasi secara keseluruhan agar memberi wajah baru kawasan Jembatan Brawijaya,” ungkap Yono, Selasa (23/9).
Menurut Yono, kontrak kerja dengan penyedia jasa telah diteken pada 19 September 2025, dan Surat Perintah Kerja (SPK) dikeluarkan pada 22 September 2025. “Pekerjaan berlangsung selama tiga bulan, hingga 16 Desember 2025. Seluruh empat pilar akan direhabilitasi total dengan material baru, termasuk pilar yang sebelumnya sempat terbakar,” jelasnya.
Soal anggaran, Yono menyebutkan nilai awal proyek sebesar Rp3,8 miliar. Setelah melalui proses tender, kontraktor pemenang menawar dengan nilai sekitar Rp3,3 miliar atau turun hampir Rp600 juta dari pagu awal.
Lebih lanjut, konsep baru yang diterapkan bukan sekadar rehabilitasi fisik, tetapi juga mengusung ornamen berbasis kearifan lokal. “Kalau dulu konsepnya modern, sekarang tetap modern tetapi kami kombinasikan dengan ornamen yang menggali budaya lokal. Harapannya Jembatan Brawijaya tidak hanya tampak baru, tetapi juga yang merefleksikan budaya masyarakat Kediri,” tutur Yono.
Dengan rehabilitasi ini, Pemkot Kediri berharap wajah baru Jembatan Brawijaya semakin mempercantik kota dan menjadi kebanggaan masyarakat. kin/mg









