Kediri – Realisasi investasi di Kota Kediri pada tahun 2025 menunjukkan tren positif. Nilai investasi tercatat tumbuh sebesar 7,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau meningkat sekitar Rp117,11 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri, Edi Darmasto, menyampaikan bahwa realisasi investasi tahun 2024 berada di angka Rp1,546 triliun, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi Rp1,663 triliun.
“Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Kota Kediri terus meningkat. Pertumbuhannya mencapai 7,57 persen,” kata Edi Rabu (28/1).
Berdasarkan data DPMPTSP Kota Kediri, tiga bidang usaha dengan jumlah pelaku terbanyak pada tahun 2025 yakni Kedai Makanan sebanyak 2.509 pelaku usaha, Industri Produk Makanan Lainnya sebanyak 1.504, pelaku usaha dan Kedai Minuman sebanyak 922 pelaku usaha.
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang membuat Kota Kediri semakin diminati investor. Salah satunya adalah posisi strategis Kota Kediri sebagai pusat kegiatan wilayah dari sisi tata ruang, sehingga memiliki daya tarik lebih tinggi dibandingkan daerah sekitar.
“Secara regional, Kota Kediri menjadi pusat aktivitas. Ini mirip dengan konsep pusat wilayah kalau dulu kan karisidenan ya, sehingga daya tarik investasinya cukup besar,” jelasnya.
Selain itu, karakter Kota Kediri sebagai kota jasa turut mendorong masuknya investor, khususnya di sektor kuliner dan usaha berbasis layanan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah brand nasional memilih membuka usaha di Kota Kediri.
“Kita lihat banyak resto dan kedai makanan branded masuk, seperti McDonald’s dan Starbucks. Ini menunjukkan Kota Kediri dianggap sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat,” ungkap Edi.
Dari sisi pemerintah daerah, DPMPTSP Kota Kediri terus berupaya mempermudah investasi melalui inovasi layanan perizinan. Seluruh perizinan usaha kini telah berbasis digital dan dapat diakses kapan pun dan di mana pun.
“Perizinan sekarang cepat dan mudah karena sudah berbasis digital. Ini sangat membantu investor maupun pelaku usaha,” ujarnya.
Kemudahan tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah pelaku usaha baru yang mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Sepanjang tahun 2025, sektor usaha kuliner menjadi yang paling dominan.
Edi berharap, tren positif investasi ini dapat terus berlanjut pada tahun 2026 mendatang.
“Investasi merupakan motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Jika investasi meningkat, pertumbuhan ekonomi akan ikut naik dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat juga akan semakin baik,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









