Kediri – Sebuah patung macan putih yang berada di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, mendadak viral di media sosial. Patung tersebut menjadi perhatian publik karena bentuknya yang unik dan dinilai lucu oleh warganet, sehingga menarik banyak pengunjung untuk datang dan melihat secara langsung.
Sejak viral, warga dari berbagai daerah, bahkan dari luar kota seperti Surabaya, berdatangan ke Desa Balongjeruk hanya untuk berfoto dan menyaksikan langsung patung macan putih tersebut. Salah satu pengunjung bernama Feracrus mengaku menempuh perjalanan sekitar tiga setengah jam menggunakan sepeda motor demi melihat ikon desa yang ramai diperbincangkan di internet.
Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menjelaskan bahwa patung macan putih tersebut dibangun sebagai ikon desa yang terinspirasi dari legenda lokal. Menurut cerita turun-temurun masyarakat setempat, Macan Putih dipercaya sebagai penjaga atau danyang Desa Balongjeruk.
“Patung ini murni menggunakan dana pribadi saya, bukan dari dana desa,” tegas Safi’i. Ia menyebutkan total biaya pembuatan patung sekitar Rp3,5 juta, yang digunakan untuk jasa pembuat patung serta pembelian material.
Safi’i juga menjelaskan bahwa rencana pembangunan ikon desa tersebut sebelumnya telah melalui proses musyawarah desa dan melibatkan tokoh masyarakat serta pemuda. Dalam musyawarah tersebut, masyarakat sepakat memilih Macan Putih sebagai ikon karena sesuai dengan sejarah dan legenda desa.
Meski bentuk patung menuai beragam komentar di media sosial, Safi’i mengaku tidak mempermasalahkannya. Ia justru mengapresiasi perhatian publik dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.
“Semua kritik dan saran kami terima. Insyaallah patung ini akan kami perbaiki agar lebih aman dan lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Viralnya patung macan putih ini juga membawa dampak positif, dengan meningkatnya kunjungan warga dan potensi pergerakan ekonomi lokal. Namun, karena sifatnya yang masih dadakan, pemanfaatan untuk UMKM dan fasilitas pendukung belum sepenuhnya optimal.
Ke depan, Pemerintah Desa Balong Jeruk berencana melakukan penataan ulang lokasi patung agar lebih aman dan dapat dimanfaatkan sebagai ikon wisata desa yang membanggakan masyarakat setempat.kin/mg









