Kediri – Siapa sangka, perempuan yang dikenal sebagai salah satu figur berpengaruh di dunia fitness Kediri ini pernah berkarier di proyek bandara dengan gaji besar. Dialah Mauizah Isna Ayu Putri Permatasari, atau yang akrab disapa Ayu.
Perempuan kelahiran Kediri, 4 Maret 1997 itu mengawali kariernya bukan dari dunia olahraga. Latar belakang pendidikannya justru di bidang teknik. Ia merupakan lulusan Politeknik Perkapalan ITS Surabaya dengan spesialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Bahkan, Ayu sempat menjabat sebagai manajer dalam proyek bandara selama enam bulan.
“Waktu itu banyak yang heran, kenapa saya resign padahal gajinya besar. Tapi saya merasa punya skill lain dan ingin berkembang di tempat yang benar-benar saya rasakan,” ujar Ayu.
Keputusan besar itu mengantarkannya pada perjalanan baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Awalnya, Ayu hanya ikut membantu teman-temannya yang berprofesi sebagai influencer di Kediri. Rasa jenuh dan burnout justru membawanya ke gym sekitar tahun 2021 saat fasilitas fitness di Kediri masih terbatas.
Tanpa latar belakang olahraga, Ayu belajar secara otodidak melalui media sosial. Ia mulai membagikan aktivitas gym-nya lewat konten video. Namun alih-alih mendapat dukungan, cibiran justru datang lebih dulu.
“Banyak yang bilang badan saya belum bagus tapi sudah berani konten. Dari situ saya mikir, kenapa nggak sekalian saya edukasi lewat apa yang saya jalani setiap hari,” katanya.
Titik balik terjadi pada 2023 saat ia memutuskan mengambil lisensi personal trainer di Bali melalui institusi yang diasuh oleh Ade Rai, sosok yang dikenal luas di dunia fitness nasional. Keputusan itu membuahkan hasil. Sepulang dari Bali, Ayu langsung kebanjiran klien.
“Empat hari setelah ada yang bilang saya sok ngajarin orang, saya langsung berangkat ambil lisensi,” tuturnya.
Kini, Ayu telah menangani lebih dari 100 klien, baik secara privat maupun online. Rentang usia kliennya pun beragam, mulai dari usia 16 tahun hingga 44 tahun. Menurutnya, gym bukan lagi sekadar tren, melainkan gaya hidup yang harus dibangun secara konsisten.
“Kalau cuma FOMO, lebih baik nggak usah gym. Olahraga itu kebutuhan, sama kayak makan,” tegasnya.
Ayu juga dikenal sebagai figur yang membuat banyak perempuan Kediri berani masuk ke gym. Kehadirannya sebagai coach perempuan dinilai mampu mengubah stigma bahwa fitness hanya soal penampilan semata.
“Saya ingin jadi jembatan, meluruskan mindset bahwa gym itu bukan soal baju terbuka, tapi soal kesehatan dan masa depan tubuh kita,” katanya.
Selain fokus melatih, Ayu juga menjalin kerja sama dengan sejumlah brand nasional seperti Benings Clinic dan JETE Indonesia. Meski demikian, ia mengaku kini lebih memprioritaskan klien gym nya dibanding dunia endorsement.
Target ke depan, Ayu ingin terus meningkatkan kompetensinya dengan mengambil berbagai spesialisasi di dunia fitness, sekaligus membangun komunitas olahraga perempuan di Kediri.
“Motivasi terbesar saya bukan tempatnya, tapi orang-orangnya. Kalau mindset berubah, lifestyle sehat pasti ikut,” pungkasnya.kin/mg










