Kediri – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri bersama Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) Cabang Kediri melaksanakan kegiatan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di sejumlah Satuan Pendidikan Penyelenggara Panganan Gizi (SPPG), Selasa (14/10).
Kegiatan ini merupakan langkah percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi kewajiban bagi seluruh SPPG hingga akhir Oktober 2025.
“IKL ini adalah salah satu syarat untuk menerbitkan SLHS. Kami ingin memastikan semua SPPG di Kota Kediri memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan, sebagaimana surat edaran dari Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Yuni Ulifah, Subkoordinator Kesehatan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kediri, saat ditemui di lokasi kegiatan di SPPG Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Yuni menjelaskan, SLHS menjadi syarat wajib bagi setiap penyelenggara pangan di lingkungan sekolah untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi peserta didik aman dan memenuhi standar kesehatan. “Surat dari BGN menegaskan bahwa seluruh SPPG wajib memiliki SLHS paling lambat akhir Oktober ini. Karena itu kami bergerak cepat agar tidak ada kendala dalam penerbitan sertifikat,” imbuhnya.
Sebelumnya, seluruh SPPG telah mengikuti pelatihan keamanan pangan bagi penjamah makanan, yang menjadi syarat awal sebelum pelaksanaan inspeksi. Saat ini, di Kota Kediri terdapat 21 SPPG terdaftar, dan sebagian besar sudah melaksanakan pelatihan tersebut.
Dalam kegiatan IKL, tim melakukan penilaian menyeluruh terhadap aspek kebersihan dan sanitasi, mulai dari pengelolaan bahan makanan, penyimpanan, penyajian, hingga pengelolaan limbah dan persampahan. Selain itu, dilakukan pula pengambilan sampel makanan, pemeriksaan kualitas air, serta uji swab peralatan makan.
“Hasil IKL nanti akan dinilai. Jika memenuhi syarat, maka SLHS akan diterbitkan maksimal dalam 14 hari. Tapi kalau masih ada kekurangan, SPPG harus melakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum dilakukan evaluasi ulang,” jelas Yuni.
Dinkes juga melibatkan ahli gizi dalam kegiatan ini untuk menilai kesesuaian porsi makanan yang disajikan kepada peserta didik. Penilaian dilakukan berdasarkan kategori porsi kecil untuk anak TK–SD kelas 3, serta porsi besar untuk SD kelas 4 ke atas hingga SMA.
“Dari hasil pemeriksaan hari ini, sebagian besar sudah memenuhi standar. Hanya ada sedikit penataan dan porsi nasi yang perlu disesuaikan agar memenuhi standar gizi. Sudah kami sampaikan langsung kepada pihak penyelenggara,” kata Yuni.
Yuni menambahkan, inspeksi ini akan terus dilakukan ke seluruh SPPG di Kota Kediri secara bertahap. Tujuannya, untuk memastikan semua sekolah memiliki sistem pengelolaan makanan yang higienis, aman, dan bergizi.
“Anak-anak adalah kelompok yang rentan terhadap penyakit akibat makanan. Dengan adanya SLHS ini, kami ingin memastikan pangan yang disediakan di sekolah benar-benar aman dikonsumsi,” pungkasnya.
There is no ads to display, Please add some









