Kediri – Dari dapur rumah di masa pandemi hingga kini memiliki rumah produksi dan ruko di kawasan Stadion Brawijaya, kisah Ratih Kusuma Dewi menjadi inspirasi banyak pelaku UMKM di Kediri. Perempuan kelahiran 19 September 1988 ini adalah founder “Pie Nanas CandaRia”, camilan khas yang terbuat dari nanas asli Ngancar, Kabupaten Kediri, sekaligus pelopor berbagai olahan buah lokal yang kini dikenal luas sebagai oleh-oleh khas Kediri.
Ratih memulai usahanya pada 2021, tepat di masa pandemi Covid-19, saat toko gamis miliknya sepi pembeli. Ia mengaku tidak tega merumahkan pegawainya, sehingga mencari ide usaha baru agar mereka tetap bisa bekerja.
“Waktu itu toko gamis saya sepi banget. Saya mikir gimana caranya usaha tetap jalan, pegawai juga nggak saya rumahkan. Akhirnya saya lihat potensi nanas di Kediri besar sekali, tapi kok belum ada yang mengangkatnya jadi oleh-oleh,” kenang Ratih saat ditemui Kamis (9/10).
Dari situlah muncul ide membuat pie berbahan dasar nanas dari lereng Gunung Kelud. Produk itu ia namai Pie Nanas CandaRia, perpaduan antara cita rasa klasik dan olahan modern. Menariknya, isian selai nanasnya dibuat secara tradisional diparut, bukan di blender, sehingga serat nanasnya masih terasa alami.
“Sebenarnya pie nanas ini bentuk modern dari nastar klasik keluarga saya. Setiap tahun nenek pasti bikin nastar. Bedanya, kalau dijual, saya ubah jadi lebih ringan, affordable, dan cocok di lidah orang Kediri,” ujarnya.
Usaha kecil di teras rumah itu kini berkembang pesat bahkan pesanan nanasnya hingga 100 kilogram perminggu. Berawal dari oven tangkring dan rak sederhana, Ratih kini memiliki dua rumah produksi dengan 20 karyawan, serta lini produk baru seperti strudel nanas, sari nanas siap minum, sirup nanas, dan selai nanas. Ia juga mengolah mangga podang buah khas Kediri lainnya menjadi strudel musiman.
Selain berinovasi dalam produk, Ratih aktif memanfaatkan media sosial, terutama TikTok, untuk memperluas pasar. Strategi itu terbukti ampuh mendongkrak penjualan.
“Saya baru mulai TikTok belum sampai setahun, tapi efeknya luar biasa. Kadang kalau viral, kita bisa produksi dua kali seminggu, sampai ratusan boks pie,” katanya sambil tersenyum.
Kini, Pie Nanas CandaRia tak hanya menjadi kebanggaan pelaku UMKM lokal, tetapi juga simbol semangat perempuan Kediri dalam mengangkat potensi daerahnya. Lewat produk-produk olahan buah asli petani lokal, Ratih berharap usahanya bisa memberi dampak lebih luas. Dirinya menuturkan pemerintah Kabupaten Kediri mendukung UMKM untuk lebih berkembang.
“Kalau tahu itu kedelainya dari luar daerah, tapi kalau nanas dan mangga ini langsung dari petani lokal. Jadi kalau olahan buah ini berkembang, yang menikmati manfaatnya bukan cuma saya, tapi juga petani dan masyarakat sekitar,” tutur Ratih.
Dari tekad dan kreativitasnya, Ratih Kusuma Dewi membuktikan bahwa produk lokal Kediri bisa naik kelas dan bersaing sebagai oleh-oleh khas yang membanggakan. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









