KEDIRI – Suasana hari pertama masuk sekolah di SDN Betet 3 terlihat berbeda. Senin (15/7), pihak sekolah tidak hanya menyambut siswa baru dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), tetapi juga mengajak orang tua terlibat langsung dalam berbagai permainan interaktif bersama anak-anak mereka.
Kepala SDN Betet 3, Lilik Suhariyati, mengatakan bahwa program MPLS tahun ini memang dirancang untuk melibatkan peran aktif orang tua, tidak hanya ibu, tapi juga ayah. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada siswa baru, sekaligus memperkuat hubungan emosional antara anak dan orang tua di lingkungan sekolah.
“Memang betul, peran kedua orang tua sangat menentukan efektivitas anak ketika masuk ke proses pembelajaran. Kami ingin hari pertama sekolah menjadi momen yang menyenangkan, bukan menegangkan,” jelas Lilik.
Beberapa permainan yang dimainkan antara lain “Kereta Api Buta”, yang menuntut kerjasama antara anak dan orang tua untuk menemukan bola, serta permainan membentuk lingkaran berdasarkan instruksi dari guru. Menurut Lilik, permainan ini bertujuan untuk melatih fokus, mendengar instruksi, dan membangun kekompakan.
“Anak-anak kelihatan senang, bahkan tadi ada orang tua yang sempat meninggalkan anaknya sebentar, ternyata anaknya sudah nyaman, tidak menangis,” tambahnya.
Pinky, salah satu wali murid kelas 1, mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. “Seru banget. Biasanya anak masuk sekolah itu suasananya tegang, tapi ini malah kami diajak main bareng. Anak juga jadi lebih semangat,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Setelah hari pertama yang penuh pendampingan, secara bertahap anak-anak akan mulai belajar mandiri tanpa kehadiran orang tua di dalam kelas.
“Kami yakin, dengan keterlibatan orang tua di awal, anak akan merasa lebih percaya diri dan siap mengikuti proses pembelajaran ke depan,” tutup Lilik. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









