Kediri – Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri tidak hanya menjadi agenda internal organisasi. Melalui kegiatan Press Rilis Road to Musda VII yang digelar Minggu (14/12) di Wisma Tentram (Wistram), Pondok Pesantren Wali Barokah, LDII menegaskan komitmennya untuk merangkul berbagai elemen masyarakat.
Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, mengatakan Musda VII yang akan dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025 mendatang, akan diikuti sekitar 400 hingga 500 peserta. Peserta berasal dari jajaran pengurus DPD, DPC, PAC, Pondok Pesantren Wali Barokah, undangan dari kabupaten, hingga unsur eksternal lintas profesi, termasuk tenaga kesehatan.
“Musda ini bukan hanya agenda lima tahunan untuk memilih kepengurusan periode 2025–2030, tetapi juga menjadi forum evaluasi dan perumusan program kerja lima tahun ke depan,” ujar Agung.
Ia menegaskan, Musda VII dikemas agar memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. LDII Kota Kediri berkomitmen agar program-program organisasi selaras dengan visi pembangunan pemerintah daerah.
“Musda kami arahkan sebagai forum pengabdian. Bukan sekadar memilih pengurus, tetapi bagaimana LDII dapat berkontribusi nyata mendukung pembangunan,” imbuhnya.
Dalam Musda VII nanti, LDII Kota Kediri akan menegaskan pelaksanaan delapan bidang pengabdian. Mulai dari bidang kebangsaan melalui pembinaan Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa, bidang keagamaan dengan dakwah Islam yang inklusif, hingga perhatian terhadap kelompok marjinal seperti penyandang disabilitas dan narapidana.
Pada bidang pendidikan, LDII mendorong penguatan karakter melalui konsep Profesional Religius, salah satunya melalui Pondok Karakter. Di bidang kesehatan, LDII mendukung pemanfaatan obat herbal berdampingan dengan pengobatan medis konvensional.
Selain itu, LDII juga memberi perhatian pada pengembangan energi baru terbarukan, penguatan ekonomi syariah berbasis kekeluargaan, pemanfaatan teknologi digital secara positif, serta ketahanan pangan dengan mengoptimalkan lahan tidak produktif.
Agung menambahkan, seluruh program tersebut akan dijalankan dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan di Kota Kediri, termasuk organisasi kemasyarakatan, elemen kepemudaan, dan pemerintah daerah.
“Kami ingin Musda ini menjadi awal penguatan kolaborasi lintas sektor untuk bersama-sama mewujudkan Kota Kediri yang lebih mapan,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some








