Kediri – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri melakukan penelusuran terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa usai menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Senin (27/7) sore, tim masih berada di lapangan untuk mengumpulkan data dan memastikan penyebab kejadian tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Achmad Khatib, mengatakan pihaknya baru menerima laporan pada Senin siang. Setelah itu, tim langsung diterjunkan ke sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan investigasi.
“Kami mendapatkan informasi itu baru siang tadi. Tim langsung saya perintahkan turun ke lapangan untuk menelusuri kasusnya. Informasi detailnya belum ada karena tim masih di lapangan,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, terdapat 201 siswa dari SMPN 1 Kras, MI Barokah Ah-Tahdzib dan SDN Purwodadi 1 yang dilaporkan mengalami gejala berupa mual, muntah, diare, dan pusing. Namun, jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan masih berlangsung.
“Data sementara ada 201 anak yang mengalami gejala. Kami masih melakukan penelusuran ke masing-masing lokasi sehingga angka tersebut masih bisa berubah,” kata Khatib.
Meski demikian, Khatib menyebut kondisi para siswa secara umum tidak berat. Dari ratusan siswa yang dilaporkan mengalami keluhan, hanya satu siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit, sementara yang lainnya mendapat penanganan dan pemantauan.
“Sementara hanya satu anak yang dirawat di rumah sakit,” ungkapnya.
Menurut informasi awal, gejala mulai dirasakan siswa setelah mengonsumsi makanan MBG pada Kamis (24/7), kemudian laporan siswa yang mengalami keluhan bertambah pada Jumat (25/7). Namun hingga kini, Dinkes belum dapat menyimpulkan penyebab pasti keluhan tersebut.
Tim Dinkes masih melakukan investigasi di sekolah maupun SPPG. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk kemungkinan penghentian sementara distribusi makanan apabila diperlukan.
“Ini dilakukan penelusuran nanti kelanjutan terkait SPPG apakah ada suspend, biasanya begitu kalau ada kejadian kita berhentikan sementara. Saat ini tim masih disana,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










