Kediri – Suasana kemerdekaan terasa begitu kuat di Gang 2, Kelurahan Dandangan, Kota Kediri. Sepanjang gang sepanjang 480 meter itu kini dihiasi bendera merah putih, dibentangkan dari ujung timur hingga barat gang sebagai simbol rasa cinta tanah air dan kebersamaan warga.
Candra, ketua panitia sekaligus penggagas kegiatan, menyebut bahwa gagasan awalnya ada tiga, namun warga lebih menghendaki sesuatu yang belum pernah ada di Kediri sebelumnya.
“Setelah musyawarah warga, kita sepakat menghias gang dari timur ke barat dengan bendera merah putih sepanjang 480 meter. Ini jadi ikon Gang 2 serta bentuk semangat kemerdekaan warga kami,” ujar Candra.
Bendera tersebut dipasang dengan gotong royong selama lima hari. Empat malam digunakan untuk pemasangan. Pemasangan melibatkan warga serta tim khusus yang memiliki keterampilan teknis. Total anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp12 juta, seluruhnya berasal dari sumbangan warga, donatur, dan sponsor lokal.
“Kami ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong seperti zaman dulu. Sekarang ini kan terasa makin individualis. Dengan kegiatan ini, solidaritas dan kebersamaan bisa tumbuh lagi,” tambah Candra.
Kepala Kelurahan Dandangan, Rudy Winarko, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Ia mengatakan, kegiatan seperti ini menunjukkan kreativitas dan kekompakan warga.
“Memang ini murni inisiatif dari warga Gang 2, mencakup RT 6 dan RT 7. Semua biaya dari donatur dan swadaya. Tahun lalu juga ada kegiatan jalan kreasi di lokasi yang sama. Sekarang beda RW beda cara merayakan, dan dari kelurahan kita beri kebebasan berkreasi asalkan tetap tertib,” jelas Rudy.
Ukuran kain merah putih yang dibentangkan adalah 3 meter x 480 meter. Bendera tersebut direncanakan akan dipasang penuh hingga akhir Agustus dan dilepas pada 1 September 2025.
Lebih dari sekadar hiasan, Candra menegaskan bahwa bendera ini adalah simbol dari semangat nasionalisme yang mulai luntur, terutama di kalangan muda. Ia berharap dengan kegiatan ini, nilai kebangsaan dan rasa saling peduli antarwarga bisa terus terjaga.
“Bukan cuma kain yang kita pasang, tapi ini adalah simbol persatuan. Harapannya, dari sini warga bisa lebih saling membantu dan semangat kebangsaan bisa kembali tumbuh,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









