Kediri – Pemerintah Kota Kediri menunjukkan komitmennya dalam memberikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh warganya. Melalui tindak lanjut laporan dari Lapor Mbak Wali 112, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, mengunjungi rumah Ferdi Bima Kusuma (13).
Siswa kelas 2 SMP asal Kelurahan Kampung Dalem, Kecamatan Kota, Kota Kediri itu diketahui mengalami kendala biaya pendidikan. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Vinanda menyampaikan pemerintah tidak ingin ada anak di Kota Kediri yang putus sekolah karena alasan ekonomi.
“Kami menyambangi warga karena ini hasil laporan dari Lapor Mbak Wali 112, kami dapat laporan terkait terkendala biaya sekolah salah satu warga Kota Kediri. Sehingga kami hadir di sini meninjau, melakukan survei dan asesmen. InsyaAllah Pemerintah Kota akan membantu adik Bima agar ke depan meringankan biaya dari keluarga, dan harapan kami adik Bima bisa terus sekolah,” tutur Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri, Senin (6/10/2025).
Mbak Wali menegaskan, Pemerintah Kota Kediri berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dan menjamin seluruh warga mendapatkan kesempatan yang sama di bidang pendidikan.
“Pemerintah terus berupaya agar seluruh warga mendapatkan akses pendidikan secara merata karena semuanya berhak mendapatkan pendidikan. Karena terkendala biaya, InsyaAllah kami akan memberikan bantuan biaya sekolah untuk adik Bima. Harapan kami, dik Bima bisa melanjutkan sekolah, terus semangat, dan bantuan ini bisa jadi motivasi agar menjadi murid berprestasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, juga hadir dalam kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemkot Kediri memiliki mekanisme untuk mencegah anak putus sekolah.
“Dari Pemerintah Kota intinya tidak ada warga kita yang putus sekolah. Kita akan pantau terus perkembangannya. Untuk yang putus sekolah atau berusia di atas 24 tahun, kita juga ada pendidikan non-formal melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat),” jelas Mandung.
Mandung juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengalami kendala serupa, terutama yang berpotensi menyebabkan anak berhenti sekolah. “Kalau ada masalah yang serupa segera laporkan. Kita siap mengakomodir dan menindaklanjuti melalui program paket A, B, dan C. Bantuan seperti ini bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang bekerja sama dengan BAZNAS,” tambahnya.
Sementara itu, Nur Suhada orang tua Bima berterima kasih atas respons cepat dari Pemkot Kediri. Ia menceritakan, sebelumnya sempat dipanggil pihak sekolah terkait tunggakan biaya pendaftaran ulang dan SPP. Karena kondisi ekonomi yang sulit, mereka meminta perpanjangan waktu, namun justru menerima surat pengunduran diri dari pihak sekolah.
“Kami panik dan langsung lapor ke call center Mbak Wali 112. Dulu waktu kelas tujuh juga pernah mengalami hal serupa. Kami minta tolong karena selama ini tidak pernah dapat bantuan,” ungkapnya.
Bima Kini mendapatkan beasiswa hingga lulus kelas 9, serta akan diproses masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Dinas Sosial. kin/mg
There is no ads to display, Please add some








