Kediri – Pemerintah Kota Kediri menggelar Lomba Baris Berbaris (LBB) tingkat sekolah dasar (SD), Rabu (26/8). Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 300 peserta dari SD se-Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati secara langsung memberangkatkan para peserta sekaligus membuka perlombaan. Dalam kesempatan tersebut, Vinanda menekankan bahwa LBB bukan sekadar ajang untuk memperebutkan juara, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak.
“Di sini kita akan belajar kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta saling menyemangati. Jadi belajar bukan hanya di sekolah, tetapi di luar kelas dan di luar sekolah,” kata Vinanda.
Vinanda juga berpesan agar para peserta menunjukkan penampilan terbaik dan tetap fokus selama perlombaan. Ia meminta anak-anak tidak terpengaruh ketika ada masyarakat yang mengambil foto maupun video.
“Menang memang penting, tetapi yang terpenting hari ini adik-adik sudah menunjukkan penampilan terbaik, sudah berani mencoba, sudah kompak dan saling menyemangati,” ujarnya.
Selain itu, Vinanda mengingatkan peserta untuk menjaga kondisi hingga menyelesaikan seluruh rangkaian perlombaan. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti lomba dari garis start hingga finish dalam kondisi baik.
“Pak Wali titip untuk adik-adik menjaga kekompakan antar teman-temannya,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono mengatakan, LBB tingkat SD tahun ini diikuti sekitar 300 peserta. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat sekitar 305 peserta yang terdiri dari 153 peserta putri dan 147 peserta putra.
Mandung menambahkan, pelaksanaan LBB tahun ini juga memiliki perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan digelar dengan konsep yang berbeda, tahun ini peserta diajak mengenal Balai Kota Kediri sebagai lokasi kantor Wali Kota Kediri.
“Memang kita sengaja di Balai Kota, supaya anak-anak bisa mengenal. Inilah Balai Kota, kantornya Mbak Wali. Alhamdulillah tadi responsnya luar biasa,” jelasnya.
Dalam penilaian, para juri disebar di sejumlah titik untuk mengamati penampilan masing-masing regu. Aspek yang menjadi perhatian utama bukan kemewahan seragam, melainkan kekompakan dan kebersamaan peserta.
“Yang paling penting kekompakan, kebersamaan. Bukan kemewahan seragam, karena kita butuh ada kekompakan dan kebersamaan,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










