Kediri – Sejalan dengan rilis kinerja industri BPR dan BPRS secara nasional, OJK Kediri mencatat bahwa industri BPR dan BPRS di wilayah kerja OJK Kediri tetap menunjukkan kinerja yang positif dan resilien.
Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengungkapkan
hingga Maret 2026, total aset tumbuh 6,34 persen (yoy) menjadi Rp4,80 triliun, penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 3,42 persen (yoy) menjadi Rp3,41 triliun, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,64 persen (yoy) menjadi Rp3,19 triliun.
“Selain itu, permodalan industri tetap kuat dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 27,22 persen, jauh di atas ketentuan minimum yang berlaku,” ungkapnya Selasa, (02/06/2026).
Ismirani menambahkan , di momen ini, pihaknya mengapresiasi kontribusi BPR dan BPRS yang selama ini telah berperan dalam memperluas akses keuangan, mendukung pembiayaan UMKM, serta menggerakkan perekonomian daerah.
Ke depan, OJK akan terus mendorong penguatan industri BPR dan BPRS melalui implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan BPR-BPRS Tahun 2024–2027, termasuk penguatan tata kelola, permodalan, manajemen risiko, dan transformasi digital.
“Kami berharap BPR dan BPRS semakin berdaya saing, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.mg
There is no ads to display, Please add some










