Kediri – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri turut melaksanakan pemantauan hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri, Kamis (19/3). Kegiatan rukyatul hilal dilakukan di menara Masjid MAN 3 Kediri dengan memasang tiga teleskop.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, Achmad Faiz, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di lokasi tersebut belum berhasil melihat hilal. Meski demikian, pihaknya tetap menunggu hasil keputusan resmi dari pusat melalui sidang isbat.
“Untuk di markas ini kita sudah sepakat bahwa tidak ada satu pun yang melihat hilal. Artinya, ini akan kita serahkan kembali kepada keputusan pusat melalui sidang isbat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil pemantauan dari Kediri akan dilaporkan ke Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, kemudian diteruskan ke pusat sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama.
Menurutnya, secara keseluruhan terdapat 28 titik pemantauan hilal di Jawa Timur dan 117 titik secara nasional. Data dari seluruh lokasi tersebut akan dikumpulkan sebelum diputuskan dalam sidang isbat.
“Walaupun di sini tidak terlihat, masih ada kemungkinan di titik lain. Kita menunggu informasi dari seluruh lokasi itu sebagai dasar keputusan,” tambahnya.
Achmad Faiz juga menjelaskan bahwa secara astronomi, posisi hilal di Kediri masih berada di bawah kriteria imkan rukyat. Di lokasi pemantauan Kediri, ketinggian hilal tercatat sekitar 2 derajat, sedangkan batas minimal imkan rukyat adalah 3 derajat dengan elongasi 6 derajat.
“Kalau di Aceh, ketinggian hilal bisa mencapai sekitar 3 derajat, sehingga ada kemungkinan bisa terlihat di sana. Sementara di Kediri masih belum memenuhi kriteria,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Kemenag Kabupaten Kediri menegaskan bahwa penentuan awal Syawal tetap menunggu hasil akhir sidang isbat yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









