BERITA KEDIRI
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
BERITA KEDIRI
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Jumlah ODGJ di Kota Kediri Meningkat, Dinsos Ungkap Faktor Keturunan Jadi Penyebab Terbanyak

redaksi by redaksi
Agustus 18, 2026
in Peristiwa
0
Jumlah ODGJ di Kota Kediri Meningkat, Dinsos Ungkap Faktor Keturunan Jadi Penyebab Terbanyak

Kediri – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri mencatat jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masuk dalam pendataan mengalami peningkatan. Pada 2025 tercatat sebanyak 636 orang, sementara pada 2026 jumlahnya menjadi 657 orang.

Kepala Dinsos Kota Kediri Imam Muttaqin mengatakan, bertambahnya angka tersebut tidak selalu berarti seluruhnya merupakan kasus baru. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah masih adanya keluarga yang sebelumnya belum melaporkan kondisi anggota keluarganya kepada pemerintah.

“Faktornya biasanya karena mereka tidak melaporkan ke kami,” kata Imam, Selasa (18/8).

Dari kasus yang ditangani, lanjut Imam, penyebab yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan faktor keturunan. Selain itu, Dinsos juga menemukan kasus pada warga yang sebelumnya bekerja di luar daerah maupun luar negeri, kemudian saat pulang mengalami gangguan kejiwaan.

“Yang paling banyak kita temui sebenarnya keturunan. Dari data kami rata-rata memang seperti itu,” ujarnya.

Imam menambahkan, sebagian ODGJ baru diketahui setelah terjadi persoalan di lingkungan sekitar. Kondisi tersebut bisa terjadi karena sebelumnya keluarga memilih menyimpan kondisi anggota keluarganya di rumah dan tidak segera mencari pertolongan.

Karena itu, Dinsos mendorong masyarakat maupun keluarga untuk tidak menganggap ODGJ sebagai aib. Masyarakat yang mengetahui adanya ODGJ di lingkungannya diminta segera melapor melalui kelurahan agar dapat dilakukan pendekatan dan asesmen.

“Kita sosialisasikan kepada masyarakat jangan sampai dipasung karena mereka menganggapnya aib. Segera lapor ke kelurahan, nanti kita lakukan pendekatan dan asesmen,” jelasnya.

Dalam penanganannya, Dinsos Kota Kediri memiliki pendamping rehabilitasi sosial khusus ODGJ. Pendamping melakukan asesmen, baik terhadap kondisi kesehatan maupun lingkungan sosial pasien, termasuk bagaimana dukungan dan kemampuan keluarga dalam melakukan perawatan.

Apabila ODGJ belum mendapatkan penanganan medis, Dinsos akan menghubungkannya dengan fasilitas kesehatan. Sementara bagi pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut, Dinsos bekerja sama dengan sejumlah fasilitas rehabilitasi.

Salah satunya melalui RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat di Lawang, Malang. Dalam layanan tersebut, pasien mendapatkan treatment sekitar dua minggu. Setelah itu pasien dikembalikan, sementara petugas mengambil pasien berikutnya untuk mendapatkan penanganan.

“Rata-rata 10, 12, sampai 15 pasien dibawa ke sana selama dua minggu diberikan treatment. Setelah dua minggu dikembalikan, sambil mengambil pasien yang baru,” terang Imam.

Untuk pasien yang membutuhkan perawatan lebih lama, Dinsos juga dapat mengupayakan rujukan ke UPT milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Lama perawatan di UPT tersebut dapat mencapai beberapa bulan, tergantung kondisi pasien.

Sementara itu, bagi ODGJ yang terlantar dan tidak mendapatkan perawatan dari keluarga, Dinsos menyediakan shelter. Saat ini terdapat empat ODGJ yang tinggal di shelter tersebut dari total kapasitas 20 bilik.

“Kalau keluarganya masih mau merawat, kita serahkan ke keluarga. Tapi kalau keluarganya tidak mampu atau tidak mau merawat, kita tempatkan di shelter,” pungkasnya.kin/mg


There is no ads to display, Please add some
Tags: odgj
Advertisement Banner
redaksi

redaksi

Search By Date

Recommended

Bazar Pangan Ramadan 2026, Bank Indonesia Kediri Sediakan Paket Sembako Murah

Bazar Pangan Ramadan 2026, Bank Indonesia Kediri Sediakan Paket Sembako Murah

6 bulan ago
RAPBD 2026 Kota Kediri: Efisiensi Anggaran Tanpa Ganggu Pendidikan dan Kesehatan

RAPBD 2026 Kota Kediri: Efisiensi Anggaran Tanpa Ganggu Pendidikan dan Kesehatan

9 bulan ago

Don't Miss

Harga Ayam Potong di Kediri Tembus Rp42 Ribu per Kilogram, Permintaan Meningkat

Harga Ayam Potong di Kediri Tembus Rp42 Ribu per Kilogram, Permintaan Meningkat

Agustus 18, 2026
Sidang Paripurna, Mas Dhito Pimpin Doa Bagi Warga Terdampak Bencana NTT

Sidang Paripurna, Mas Dhito Pimpin Doa Bagi Warga Terdampak Bencana NTT

Agustus 18, 2026
Ketos Jadi Mall Pertama di Kediri yang Siap QRIS Tap, BI Dorong Perluasan Pembayaran Digital

Ketos Jadi Mall Pertama di Kediri yang Siap QRIS Tap, BI Dorong Perluasan Pembayaran Digital

Agustus 18, 2026
Raffi-Nagita Curi Perhatian Saat Kenakan Pakaian Khas Kabupaten Kediri, Diharapkan Menginspirasi Anak Muda Kediri

Raffi-Nagita Curi Perhatian Saat Kenakan Pakaian Khas Kabupaten Kediri, Diharapkan Menginspirasi Anak Muda Kediri

Agustus 18, 2026

BERITA KEDIRI

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.

© www.beritakediri.com - Referensi Kediri Raya

BeritaKediri.com

  • BERITA KEDIRI – Referensi Kediri Raya
  • Indeks
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
BERITA KEDIRI

No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.