Kediri – Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Kediri mengalami kenaikan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan hajatan. Saat ini, harga ayam potong berada di kisaran Rp42 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang ayam di Pasar Setonobetek, Kota Kediri, Lina Mariana, mengatakan harga tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juli, harga ayam masih berada di kisaran Rp37-38 ribu per kilogram.
“Kalau sekarang sudah Rp42 ribu per kilo. Sebelumnya sekitar Rp37-38 ribu,” ujar Lina, Selasa (18/8).
Menurutnya, kenaikan harga mulai terasa sejak sekitar 14-15 Agustus. Tingginya permintaan menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga.
“Momennya, bulan Agustus banyak hajatan. Ada tumpengan, kemudian permintaan dari katering juga banyak. MBG juga sudah berjalan, jadi berpengaruh ke stok di pasaran,” jelasnya.
Lina menyebut kondisi pasokan ayam saat ini relatif lebih sulit dibandingkan sebelumnya. Pedagang harus menunggu pasokan karena permintaan meningkat.
Kenaikan harga tersebut juga turut berdampak terhadap penjualan. Menurut Lina, volume penjualan mengalami peningkatan sekitar 10-20 persen dibandingkan kondisi normal.
Hal senada disampaikan Lala, pedagang ayam lainnya. Ia mengatakan harga ayam mulai mencapai Rp42 ribu per kilogram sekitar dua hari sebelum peringatan 17 Agustus.
“Kalau bulan lalu masih Rp37-38 ribu. Menjelang Agustusan naik jadi Rp42 ribu,” kata Lala.
Ia menyebut banyaknya kegiatan masyarakat seperti tumpengan, hajatan, serta pesanan katering membuat permintaan ayam meningkat. Selain itu, sejumlah pembeli juga lebih banyak mencari bagian tertentu, seperti paha ayam.
“Pesanan banyak, terutama untuk acara dan katering. Jadi barangnya agak sulit didapat dan harus antre,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










