Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) menggelar Urban Job Fair (Job Fair) 2026 di SMKN 1 Kota Kediri, Rabu (22/7). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri itu menghadirkan sekitar 50 perusahaan dengan 4.500 lowongan kerja bagi lulusan SMA/SMK, diploma hingga sarjana.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, penyelenggaraan job fair menjadi salah satu upaya pemerintah mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja secara langsung. Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja, kegiatan seperti ini masih relevan untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja.
“Harapannya perusahaan dapat bertemu langsung dengan pencari kerja yang memiliki kompetensi, karakter, dan keterampilan sesuai kebutuhan. Begitu pula para pencari kerja bisa menemukan perusahaan yang sesuai dengan bidangnya masing-masing,” ujarnya.
Vinanda menambahkan, job fair juga menjadi strategi pemerintah dalam menekan angka pengangguran terbuka (TPT) di Kota Kediri. Berdasarkan data terbaru, TPT Kota Kediri turun menjadi 3,76 persen, atau menurun 0,15 persen dibanding tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Kota Kediri sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terbuka terendah kedua di Jawa Timur setelah Kota Batu.
“Alhamdulillah tahun ini TPT Kota Kediri mengalami penurunan. Target kami angka ini bisa terus turun pada tahun ini maupun tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri Eko Lukmono menjelaskan, Urban Job Fair merupakan agenda tahunan yang dinilai masih efektif mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan pemberi kerja.
Ia menyebut, berdasarkan data BPS, jumlah pengangguran di Kota Kediri juga turun menjadi 6.316 orang, berkurang 176 orang dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 6.492 orang.
“Hingga hari pelaksanaan, jumlah pencari kerja yang mendaftar melalui aplikasi mencapai 3.384 orang,” jelas Eko.
Selain membuka ribuan lowongan, Dinkop UMTK juga menghadirkan layanan pembuatan kartu AK1 (kartu kuning), seminar persiapan memasuki dunia kerja, hingga pelatihan teknik menghadapi wawancara kerja bersama perusahaan.
Ke depan, pihaknya juga akan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk menyusun program pelatihan kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
“Kami akan mengundang perusahaan-perusahaan di Kota Kediri untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja. Harapannya pelatihan kerja benar-benar menghasilkan tenaga kerja yang siap diserap industri,” pungkasnya.
There is no ads to display, Please add some










