Kediri – Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf, melakukan kunjungan ke Kabupaten Kediri dalam rangka meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat serta berdialog dengan para siswa, guru, karang taruna, relawan sosial . Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pengembangan Kompetensi ASN Pemerintah Kabupaten Kediri yang kini dipakai untuk sekolah rakyat di Kecamatan Tarokan, pada Jumat (10/10).
Dalam kunjungan itu, Gus Ipul sapaan akrab Syaifullah Yusuf menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri yang dinilai berjalan baik. Program ini merupakan salah satu dari beberapa titik sekolah rintisan yang mulai beroperasi sejak 14 Juli lalu.
“Sudah berjalan hampir tiga bulan dan alhamdulillah kondisinya lancar. Memang di awal sempat ada dinamika, tapi semuanya bisa dilewati dengan baik. Anak-anak sudah mulai nyaman dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik,” ungkapnya.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum tersentuh pembangunan. Berdasarkan data BPS, terdapat lebih dari 4 juta anak usia sekolah di Indonesia yang tidak atau belum bersekolah serta berpotensi putus sekolah.
“Untuk mereka-mereka itulah Sekolah Rakyat dipersembahkan. Kita ingin mereka mendapatkan lingkungan belajar yang berkualitas,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul turut menampilkan sejumlah profil siswa dan orang tua penerima manfaat yang berasal dari keluarga desil 1. Ia juga mengapresiasi penampilan berbagai keterampilan siswa, mulai dari tari, puisi, kemampuan berbahasa Inggris, hingga pencak silat.
Terkait sumber daya manusia (SDM), Gus Ipul menjelaskan bahwa proses seleksi guru dan kepala sekolah dilakukan secara ketat. Kepala sekolah berasal dari ASN hasil seleksi usulan bupati dan wali kota, sementara para guru merupakan tenaga P3K yang telah melalui proses sertifikasi dan pelatihan profesi.
“Semua melalui seleksi. Mereka ini sudah siap mengabdi di lingkungan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, menyampaikan bahwa Pemkab Kediri tengah mempersiapkan administrasi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten.
“Kami sedang menyelesaikan kelengkapan administrasi agar tanah yang akan digunakan dinyatakan clear and clean, sehingga bisa segera dibangun,” kata Dewi.
Gus Ipul menambahkan, apabila seluruh persyaratan lahan terpenuhi, maka Kementerian Pekerjaan Umum akan segera membangun gedung permanen untuk Sekolah Rakyat. Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan gedung di berbagai daerah.
“Mudah-mudahan kalau tanahnya sudah clear and clean, insya Allah tahun ini bisa dimulai,” pungkasnya. kin/mg









