Kediri – Angka kejadian gigi berlubang (karies) pada anak-anak Indonesia masih mengkhawatirkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 54 persen anak usia 10–14 tahun mengalami karies gigi, namun hanya 1 persen yang memeriksakan diri ke dokter gigi.
Hal tersebut disampaikan oleh dr. Merlia dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) saat kegiatan edukasi dan pemeriksaan gigi di Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri, Sabtu (8/11).
“Kami prihatin karena dari sepuluh anak Indonesia, lima di antaranya mengalami gigi berlubang, tetapi hanya satu anak yang mendapatkan perawatan dari tenaga profesional,” ujarnya.
Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut masih sangat rendah. Padahal, kesehatan gigi memiliki peran besar terhadap kualitas hidup dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
“Banyak yang menganggap masalah gigi itu sepele, padahal infeksi dari gigi bisa berpengaruh ke organ lain seperti jantung dan paru-paru,” jelasnya.
Kegiatan di Ponpes Wali Barokah ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Universitas Brawijaya dan IIK Bhakti Wiyata dengan Pondok Pesantren Wali Barokah dalam upaya meningkatkan kesehatan santri. Tim FKG UB dan tim kedokteran gigi IIK Bahkti Wiyata melakukan screening atau deteksi dini kesehatan gigi bagi santri tingkat sekolah dasar.
Hasil pemeriksaan nantinya akan ditindaklanjuti dengan rujukan ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut IIK atau puskesmas terdekat bagi anak-anak yang membutuhkan perawatan lanjutan.
dr. Merlia menambahkan, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya mencapai target nasional Indonesia Bebas Karies 2030.
“Harapan kami, literasi anak-anak tentang kesehatan gigi meningkat, mereka bisa lebih sadar untuk menjaga dan memeriksakan giginya sejak dini,” katanya.
Hal senada disampaikan dr. Puspa D. Rohmaniar, M.Kes bahwa santri merupakan penerus bangsa yang harus dijaga kesehatan gigi dan mulutnya. “Badannya sehat tapi kalau ternyata giginya sakit akhirnya proses belajar juga akan terganggu,” katanya.
Sementara itu, Asyhari Eko Prayitno, Ketua Pemuda LDII Kota Kediri sekaligus perwakilan Ponpes Wali Barokah, menyambut baik kegiatan ini.
“Kesehatan gigi penting karena santri-santri ini adalah calon dai yang akan berdakwah ke berbagai daerah. Dakwah yang sehat dimulai dari tubuh yang sehat,” ujarnya.
Kegiatan edukasi dan pemeriksaan ini diikuti sekitar 400 santri dari TK, SD, SMP dan SMA Wali Barokah Boarding School. kin/mg










