Kediri – Kelurahan Pocanan, Kecamatan Kota, Kota Kediri menggelar tradisi Grebeg Suro yang dikemas dengan doa bersama lintas agama di depan Kantor Kelurahan Pocanan, Kamis (2/7). Kegiatan tersebut menjadi wujud pelestarian budaya sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama di lingkungan masyarakat.
Doa bersama diikuti tokoh dan warga dari berbagai latar belakang kepercayaan, mulai dari penghayat kepercayaan (Kejawen), umat Nasrani, hingga umat Islam. Seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.
Lurah Pocanan, Tri Nurhani, mengatakan Grebeg Suro tahun ini sengaja dikemas dengan konsep doa bersama lintas agama sebagai bentuk kebersamaan masyarakat.
“Hari ini agenda kami adalah Grebeg Suro, namun kami kemas dengan acara doa bersama lintas agama. Ada dari Kejawen, Nasrani, dan Muslim yang bersama-sama mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut Hani, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Warga berbondong-bondong menghadiri kegiatan yang baru pertama kali dikemas dengan konsep tersebut.
“Antusiasme warga luar biasa. Ini pertama kali kami laksanakan dan ternyata warga Pocanan sangat guyub rukun, sengkuyung nguri-uri budaya yang selama ini sudah lama dinantikan. Hari ini akhirnya bisa bersama-sama mewujudkan acara ini,” katanya.
Selain doa bersama, kegiatan juga diisi dengan sedekah bumi berupa tumpeng nasi dan hasil bumi yang diperebutkan warga. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan sekaligus harapan akan keberkahan.
“Ini merupakan sedekah bumi. Ada tumpeng nasi dan hasil bumi yang kami bagikan kepada masyarakat. Melalui momen ini kami berharap ke depan Kelurahan Pocanan semakin maju, masyarakatnya semakin rukun, dan memperoleh keberkahan,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some










