Kediri – Menyambut pergantian Tahun Baru, Pemerintah Kota Kediri menggelar kegiatan doa bersama lintas agama sebagai bentuk refleksi dan ikhtiar bersama demi masa depan Kota Kediri yang lebih baik. Kegiatan ini dihadiri perwakilan enam unsur agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri, Moch. Salim, menegaskan pentingnya menjaga dan meningkatkan kerukunan di tengah tantangan yang diperkirakan semakin berat pada tahun 2026 mendatang.
“Tadi yang hadir dari perwakilan enam unsur agama. Harapan kita di tahun 2026 tantangannya lebih berat lagi, maka kita harus lebih giat, merapatkan barisan, membangun persaudaraan, dan meningkatkan kerukunan,” ujarnya.
Salim juga menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan Kota Kediri yang saat ini dipimpin oleh wali kota muda. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan umat dan daerah.
“Sesuai dengan fatwa Imam Syafi’i, sesungguhnya utusan umat itu ada pada generasi muda. Di tangannya lah kemajuan akan tercapai. Oleh karena itu, kita doakan mudah-mudahan wali kota kita yang masih muda ini tetap semangat memajukan Kota Kediri, lebih maju dari tahun 2025 menuju 2026,” tuturnya.
Selain doa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan penggalangan donasi sebagai bentuk empati dan kepedulian kepada masyarakat di Sumatera dan daerah lain yang tengah mengalami musibah.
Sementara itu, Vinanda menyampaikan bahwa doa bersama ini menjadi momentum untuk mensyukuri berbagai capaian yang telah diraih sekaligus memohon keberkahan untuk tahun yang akan datang.
“Doa bersama ini menjadi momen untuk mensyukuri capaian yang telah diraih sekaligus memohon agar ke depan kita senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan, serta Kota Kediri menjadi kota yang makmur, sejahtera, dan semakin membanggakan,” pungkasnya.kin/mg









