Kediri – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kota dan Kabupaten Kediri, Senin (15/7). Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian meninjau Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru yang berada di bawah naungan PTPN III dan dikelola oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
Didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Forkopimda Kota dan Kabupaten Kediri, serta jajaran direksi SGN di gedung PG Pesantren Baru, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya koordinasi antara Kementerian Pertanian RI dan industri gula BUMN. Hal itu dalam rangka mewujudkan swasembada gula nasional serta mendukung ketahanan energi dan pangan Indonesia.
Dalam sambutannya, Amran menyampaikan optimisme bahwa Indonesia bisa menjadi negara swasembada pangan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengungkapkan bahwa produksi beras nasional saat ini telah mencapai 35,6 juta ton, angka tertinggi dalam sejarah, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pasokan beras terbesar di kawasan ASEAN.
“Ini adalah sejarah baru. Produksi beras kita meningkat, dan Indonesia diramalkan akan menjadi tingkat pertama di ASEAN dalam hal ketersediaan beras,” ujarnya.
Amran juga berdialog langsung dengan para manajer pabrik untuk mendengar aspirasi dan keluhan di lapangan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan industri dalam meningkatkan produktivitas tanaman tebu.
“Produktivitas tebu harus terus ditingkatkan. Kita harus semangat dan terus berinovasi demi mencapai swasembada gula,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Amran juga mengumumkan kesiapan dana sebesar Rp200 miliar untuk mendukung program kemitraan plasma. Dana tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi.
Usai kunjungan di PG Pesantren Baru, Menteri Pertanian dijadwalkan menyambangi langsung para petani tebu di wilayah Jengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, untuk melihat langsung kondisi dan tantangan di lapangan. mg
There is no ads to display, Please add some









