Kediri – Pemerintah Kota Kediri secara resmi melepas 18 siswa Sekolah Rakyat tingkat menengah pertama yang akan melanjutkan pendidikan mereka di luar kota, tepatnya di SRMP 14 Kota Batu.
Pelepasan ini menjadi tonggak awal dari program unggulan yang diinisiasi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, hadir langsung dalam acara pelepasan tersebut dan menyampaikan pesan serta harapan kepada para siswa dan orang tua pada Senin (28/7).
“Anak-anakku adalah putra-putri terbaik Kota Kediri. Kalian akan mendapatkan pendidikan terbaik, semuanya difasilitasi oleh negara—mulai dari asrama, kegiatan belajar, makan dan minum, bahkan jika ada yang sakit, juga akan ditangani,” ucap Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Program Sekolah Rakyat ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang sebelumnya putus sekolah atau tidak mendapat tempat di sekolah negeri. Dari total siswa, sembilan merupakan anak yang sebelumnya putus sekolah dan sembilan lainnya sempat diterima di sekolah swasta namun terkendala biaya.
“Ini bukan hanya tentang melangkah ke sekolah baru, tapi tentang melangkah ke babak baru kehidupan. Masa depan yang baik sedang terbentang di hadapan kalian,” lanjut Mbak Wali.
Ia juga berpesan agar para siswa menjaga nama baik Kota Kediri selama menempuh pendidikan di luar kota. “Tunjukkan bahwa anak-anak Kediri ramah, beretika, dan punya karakter baik.”
Program ini tidak hanya menyediakan pendidikan formal secara gratis, tetapi juga memberikan pembinaan karakter dan nilai-nilai keagamaan serta kemanusiaan. Tujuan akhirnya adalah mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan tangguh—serta mampu memberikan kontribusi positif untuk bangsa dan daerah.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Paulus Budi Luhur, menambahkan bahwa proyek pembangunan Sekolah Rakyat terpadu di Kota Kediri juga terus berjalan.
“Lokasi di Lirboyo telah ditinjau oleh Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR, termasuk pengecekan teknis seperti kontur tanah, akses air bawah tanah, dan jalan. Keduanya menyatakan lokasi layak untuk pembangunan,” ujarnya.
Sekolah Rakyat akan dibangun di atas lahan seluas 5,196 hektare di kawasan Lirboyo dan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Masing-masing jenjang akan memiliki dua rombongan belajar dengan kapasitas 25 siswa per rombel.
Proyek ini bersifat fleksibel dengan opsi perluasan di masa depan, serta kemungkinan penggunaan bersama dengan lapangan Lirboyo atau pembangunan lapangan khusus.
Selama menunggu pembangunan fisik rampung, pemerintah daerah akan terus menjaring siswa yang memenuhi kriteria untuk didukung dalam program ini.
“Kita terus identifikasi dan fasilitasi siswa-siswa yang layak, terutama dari keluarga tidak mampu, agar tidak ada anak di Kota Kediri yang tertinggal pendidikan,” tutup Paulus.kin/mg
There is no ads to display, Please add some









