Kediri – Pemerintah Kota Kediri mulai menata ulang pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Dhoho. Penataan dilakukan untuk mengembalikan CFD sesuai semangat awal sebagai ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga, berekreasi, dan menikmati suasana kota tanpa aktivitas kendaraan bermotor.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, M. Ridwan, mengatakan CFD tidak hanya menjadi tempat aktivitas ekonomi, tetapi juga harus memberikan ruang yang cukup bagi masyarakat untuk berolahraga, berkesenian, dan menikmati ruang publik.
“Semangat awal CFD adalah menciptakan ruang publik agar masyarakat bisa menikmati Kota Kediri tanpa aktivitas kendaraan bermotor. Di sana masyarakat bisa berolahraga, berkreasi, menikmati seni dan budaya,” kata Ridwan Rabu (24/6).
Menurutnya, penataan dilakukan untuk menjadikan CFD sebagai destinasi wisata yang lebih nyaman sekaligus tetap memberi ruang bagi pelaku UMKM yang berjualan setiap akhir pekan.
Salah satu perubahan yang dilakukan adalah menambah pintu masuk atau gate CFD di sisi selatan kawasan Jalan Dhoho. Selama ini akses utama CFD hanya berada di sisi utara.
Selain itu, kawasan sepanjang sekitar 50 hingga 100 meter dari pertigaan Sumur Bor hingga area dekat Hotel Penataran akan dibebaskan dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Area tersebut akan difokuskan untuk kegiatan olahraga, seni, dan aktivitas masyarakat lainnya.
“Di depan gate sisi selatan nanti akan dibuat zona bebas PKL. Area itu digunakan untuk kegiatan olahraga dan seni sehingga masyarakat punya ruang yang lebih leluasa,” ujarnya.
PKL yang selama ini menempati kawasan tersebut akan digeser ke arah utara. Pemerintah juga menyiapkan ruang-ruang khusus dengan ukuran tertentu agar lapak pedagang lebih tertata dan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.
Berdasarkan data Disperdagin, jumlah pedagang dan pelaku UMKM yang beraktivitas di CFD mencapai sekitar 200. Namun jumlah tersebut bersifat dinamis karena tidak semua pedagang berjualan secara rutin setiap pekan.
Ridwan menegaskan penataan yang mulai diterapkan sejak pekan lalu itu akan terus disosialisasikan kepada pedagang maupun masyarakat. Ia berharap dukungan berbagai pihak dapat membantu mewujudkan CFD yang lebih tertib dan nyaman.
“Intinya tidak banyak yang berubah. Yang kami lakukan adalah penertiban dan penataan agar CFD lebih enak dinikmati warga Kota Kediri dan pengunjung yang datang,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










