Kediri – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mencatat adanya peningkatan debit air Sungai Brantas pada Kamis (13/11) dini hari. Berdasarkan pantauan petugas di lapangan, kenaikan debit air terjadi sejak pukul 04.00 hingga 07.00 WIB, sebelum akhirnya mulai menurun sekitar pukul 10.00 WIB.
Kalaksa BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menjelaskan bahwa meski debit air sempat tinggi, kondisinya masih dalam batas normal. “Secara peningkatan memang tinggi, tapi masih dalam taraf normal. Tadi jam 10 debitnya sudah mulai turun,” jelasnya.
Sejak pagi, enam personel BPBD diterjunkan untuk melakukan pengecekan di beberapa titik aliran Sungai Brantas. Petugas juga membawa perlengkapan seperti perahu, alat pelindung diri (APD), dan peralatan khusus untuk pemantauan di air.
“Kami melakukan pengecekan langsung di sungai, melihat debitnya seperti apa. Lumayan tinggi, jadi kami imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” kata Joko.
Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di bantaran Sungai Brantas agar lebih berhati-hati. “Kalau debit sudah tinggi, sebaiknya kurangi aktivitas di sekitar sungai. Jangan buang sampah ke aliran sungai karena bisa memperparah kondisi. Kalau terjadi sesuatu, segera hubungi layanan darurat di 112,” tegasnya.
Kenaikan debit Sungai Brantas dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan dan sekitarnya sejak dini hari. Meski demikian, kondisi terkini disebut sudah mulai berangsur normal.kin/mg










