Kediri – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan wilayah Kota Kediri masuk dalam status waspada cuaca ekstrem pada periode 22–24 Januari 2026. Peringatan dini ini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, saat dihubungi Jumat (23/1) menjelaskan bahwa berdasarkan peringatan dini tiga harian dari BMKG, Kota Kediri termasuk wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan, meski belum masuk kategori siaga maupun awas.
“Untuk Kota Kediri masih di level waspada. Artinya potensi hujan sedang hingga lebat. Yang masuk kategori siaga itu beberapa wilayah kabupaten di sekitar,” ujar Joko.
Ia menambahkan, BMKG tidak merinci secara spesifik wilayah maupun jam terjadinya hujan petir. Oleh karena itu, seluruh wilayah di Kota Kediri, termasuk tiga kecamatan yang ada, diminta untuk melakukan antisipasi.
“BMKG tidak menyebutkan detail wilayah maupun waktunya. Jadi antisipasinya kita anggap seluruh wilayah Kota Kediri berpotensi terdampak hujan petir pada tanggal tersebut,” jelasnya.
Menurut Joko, cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan pohon tumbang. Hujan lebat dapat menyebabkan genangan hingga banjir, sementara angin kencang berisiko menumbangkan pohon maupun baliho.
“Kalau hujan lebat tentu potensi banjir ada. Kalau disertai angin kencang, potensi pohon tumbang juga perlu diwaspadai,” ungkapnya.
BPBD Kota Kediri pun mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan BPBD. Warga juga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.
“Kalau ada peringatan cuaca, sebaiknya lebih waspada. Saat hujan lebat dan angin kencang, hindari berteduh di bawah pohon besar atau dekat papan reklame,” imbaunya.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor ke layanan darurat 112 apabila terjadi genangan atau kondisi membahayakan. Joko juga mengingatkan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan karena dapat menyumbat saluran air.
Sementara itu, BPBD Kota Kediri memastikan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Seluruh personel dan peralatan disiagakan selama 24 jam.
“Kami stand by 24 jam, peralatan sudah kami siapkan. Begitu ada laporan, kami siap bergerak cepat untuk penanganan,” tegas Joko. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









