Kediri – Sejumlah alat pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Kelud yang berada di wilayah Gandusari, Kabupaten Blitar, dilaporkan hilang dicuri orang tak bertanggung jawab. Hilangnya peralatan vital ini membuat akurasi deteksi dini kegempaan di Gunung Kelud menjadi berkurang.
Pamantau Gunung Kelud, Budi Prianto, mengungkapkan peralatan tersebut baru dipasang pada tahun 2024 dan belum genap setahun beroperasi. Alat serupa juga terpasang di Pager Sari Kecamatan Ngantang (Kabupaten Malang), wilayah Besowo Kediri, hingga puncak Gunung Kelud.
“Yang hilang merupakan pemantauan kegempaan di selatan Gunung Kelud daerah Blitar, ini membuat data kegempaan menjadi kurang presisi. Kami tidak tahu persis kapan alat ini dicuri, tetapi pada tanggal 8 September alat mati dan saat dilakukan maintenance ternyata sudah tidak ada,” jelasnya, Rabu (10/9/2025).
Mengutip dari akun X milik badan geologi adapun peralatan yang dicuri meliputi Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS) Leica GR30 beserta kabelnya, Seismic Broadband Cortimus, kabel grounding tower, penangkal petir, kabel panel surya, enam unit akumulator Panasonic LC-P1275NA, kabel accu, serta switch hub Moxa.
Menurut Budi, saat ini Gunung Kelud berstatus normal aktivitas, namun pencurian ini berdampak serius terhadap upaya mitigasi. “Peralatan itu berfungsi vital merekam data deformasi, aktivitas seismik, hingga kestabilan energi untuk transmisi data. Tanpa alat ini, pemantauan bisa terhambat,” tegasnya.
Hari ini pihak pemantau Gunung Kelud akan melaporkan kasus pencurian tersebut ke pihak kepolisian. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









