Kediri – Setelah resmi mengantongi sertifikat sebagai Bandara Udara Internasional, Bandara Dhoho Kediri kini bersiap untuk mewujudkan penerbangan internasional pertamanya. Salah satu fokus utama yang tengah digarap adalah rencana layanan penerbangan umroh langsung dari Kediri.
Hal tersebut disampaikan oleh Maksin Arisandi, Direktur PT Surya Dhoho Investama (SDHI), dalam kegiatan inaugural flight Super Air Jet rute Jakarta–Kediri–Jakarta yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11).
“Hari ini kami sedang berusaha keras tanpa lelah agar penerbangan internasional benar-benar dapat berjalan dari Bandara Kediri ini. Target kami, semoga dalam waktu dekat bisa ada penerbangan umroh,” ungkap Maksin.
Maksin juga menjelaskan bahwa Bandara Dhoho Kediri telah ditetapkan sebagai bandara internasional melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 8 Agustus 2025. Dari ketentuan tersebut, pihak bandara diberi waktu enam bulan untuk melakukan persiapan. Namun, hanya dalam empat bulan, sertifikat Bandar Udara Internasional berhasil diperoleh, menandakan kesiapan Dhoho melayani penerbangan luar negeri.
Senada dengan itu, Daniel Putut Kuncoro Adi, CEO Lion Group, menyampaikan bahwa pihaknya melihat potensi besar Bandara Dhoho untuk menjadi pusat penerbangan ibadah umroh di wilayah selatan Jawa Timur.
“Bandara Dhoho memiliki fasilitas yang luar biasa, termasuk landasan pacu sepanjang 3.000 meter yang mampu melayani pesawat berbadan lebar. Lion Air Group siap melihat peluang dan berkolaborasi dengan agen umroh serta Kementerian Haji dan Umroh untuk membuka penerbangan dari Kediri,” ujarnya.
Daniel menambahkan, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan operasional penerbangan umroh dari Bandara Dhoho, termasuk potensi penyelenggaraan Haji dan Umroh dari Kediri ke depan. kin/mg









