Kediri – Program literasi kreatif bertajuk TransLiteria di Kota Kediri menghadirkan pengalaman membaca buku sambil berkeliling kota menggunakan Bus Satria. Kegiatan ini menjadi inovasi baru dalam menghadirkan literasi ke ruang publik sekaligus mempertemukan berbagai komunitas baca dalam suasana santai dan interaktif.
Program ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri bersama Dinas Perhubungan Kota Kediri dengan melibatkan komunitas literasi. Pada pelaksanaan perdananya, peserta diajak membaca buku, berdiskusi ringan, serta menikmati perjalanan melewati sejumlah landmark Kota Kediri.
TransLiteria hadir untuk mematahkan anggapan bahwa membaca selalu identik dengan aktivitas sunyi dan individual. Melalui program ini, membaca justru dihadirkan sebagai kegiatan yang hidup, bergerak, dan menyenangkan. Buku tidak hanya dibaca, tetapi juga dibicarakan, sementara kota tidak sekadar dilewati, melainkan dipahami bersama.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, Chevy Suyuti Ningtyas, menyampaikan bahwa TransLiteria direncanakan akan dilaksanakan secara rutin.
“Ke depan, TransLiteria akan digelar sebulan sekali setiap hari Sabtu di akhir bulan dengan satu armada Bus Satria. Namun tidak menutup kemungkinan jumlah armada maupun frekuensinya akan ditambah,” ujarnya Sabtu (23/1).
Pada tahap awal, peserta TransLiteria masih terbatas dari komunitas baca. Namun, setelah sistem berjalan dengan baik, kegiatan ini akan dibuka untuk masyarakat umum. Hal tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan literasi dan membangun budaya baca yang lebih inklusif di Kota Kediri.
Lebih lanjut, Chevy menambahkan bahwa literasi diharapkan tidak berhenti di dalam bus. Ke depan, kegiatan serupa dapat dikembangkan ke berbagai moda transportasi dan wilayah lain sebagai upaya memperluas jejaring literasi lintas daerah.
Melalui TransLiteria, Disarpus menegaskan komitmennya untuk menghadirkan literasi di ruang publik, membuka ruang dialog, serta membangun komunitas yang saling belajar dan menginspirasi.
“Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan menamatkan buku, tetapi juga sebagai proses memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman terhadap kehidupan dan kota tempat tinggal,” pungkas Chevy. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









