Kediri – Puluhan suporter Persik Kediri mendatangi mess pemain di kawasan Stadion Brawijaya, Sabtu (1/11) sore. Kedatangan mereka untuk menanyakan kejelasan terkait laga kandang melawan Persebaya Surabaya yang tidak bisa digelar di Kediri.
Salah satu perwakilan suporter, Fajar, menyebut kedatangan mereka merupakan bentuk keresahan atas simpang siurnya informasi mengenai pertandingan Persik kontra Persebaya. Menurutnya, para suporter ingin mengetahui alasan pasti mengapa pertandingan tersebut tidak dapat diselenggarakan di Stadion Brawijaya.
“Kami ingin memperjelas kenapa lawan Persebaya tidak bisa main di sini, padahal sebelumnya lawan PSM dan Madura United bisa. Hubungan Persikmania dan Bonek juga baik, jadi kami merasa perlu tahu alasannya,” ungkap Fajar.
Dalam pertemuan itu, Ketua Panpel Persik Kediri Tri Widodo menjelaskan bahwa keputusan tidak diberikannya izin pertandingan di Kediri merupakan hasil dari penilaian risiko (risk assessment) oleh kepolisian. Dari hasil asesmen terbaru, skor keamanan Stadion Brawijaya turun menjadi 42 poin dari sebelumnya 58, sehingga dianggap belum memenuhi standar keamanan untuk laga dengan potensi risiko tinggi seperti melawan Persebaya.
“Dari hasil asesmen itu direkomendasikan kapasitas penonton maksimal 50 persen, atau sekitar 6.000 orang. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan Kapolres Kediri Kota. Karena skor rendah dan pagar pembatas stadion belum diganti sesuai rekomendasi sejak dua tahun lalu, akhirnya izin keramaian tidak dikeluarkan,” terang Tri Widodo.
Tri menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah Pemkot Kediri yang sudah memperbaiki sejumlah fasilitas seperti ruang ganti pemain, ruang medis, dan ruang wasit. Namun, aspek paling krusial yang menjadi catatan kepolisian adalah pagar pembatas antara tribun dan lapangan yang belum memenuhi standar tinggi minimal tiga meter.
Selain menuntut kejelasan soal izin pertandingan, para suporter juga meminta agar dilakukan mediasi antara perwakilan suporter, Panpel, Polres Kediri Kota, dan Pemerintah Kota Kediri untuk mencari solusi terbaik agar Persik bisa kembali bermain di kandangnya sendiri.
“Jadi kami ingin semua duduk bersama supaya jawabannya satu suara, tidak saling lempar,” tambah Fajar.
Menutup pertemuan, Tri Widodo menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung Persik atas situasi yang terjadi. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres dan Pemkot Kediri untuk mencari jalan keluar terbaik. kin/mg










