Kediri – KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa seluruh dinamika dan perbedaan pandangan yang sempat terjadi di tubuh Nahdlatul Ulama kini telah berakhir. Menurutnya, para pihak telah mencapai kesepakatan bersama untuk islah dan kembali berjalan di jalur yang sama.
“Ujungnya itu kan ada kesepakatan. Namanya bukan oleh satu pihak, tapi bersama. Jadi berarti sama-sama hidup, bersama-sama,” ujar KH Ma’ruf Amin.
KH Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa hasil utama dari proses islah tersebut adalah penetapan Muktamar ke-35 NU yang akan diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya. Muktamar ini akan dilaksanakan oleh kepemimpinan sah PBNU, yakni Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dengan melibatkan para sesepuh NU dan jajaran Mustasyar PBNU.
“Ini sesuai dengan harapan para mustasyar dan para sesepuh. Mereka ingin kembali ke jalan yang sama, menghilangkan konflik, lalu menyatu lagi,” jelasnya.
Ia menegaskan, kepemimpinan NU kini berjalan secara kolektif dan solid. Rais Aam dan Ketua Umum PBNU bersama-sama membentuk kepanitiaan muktamar, sehingga tidak lagi menyisakan ruang konflik di internal organisasi.
“Bersama ada. Bukan hanya Rais Aam saja, tapi Ketua Umum juga ada. Panitianya dibentuk oleh dua orang ini. Berarti sudah tidak ada konflik, alhamdulillah,” tegas KH Ma’ruf Amin.
Menurutnya, perdebatan dalam organisasi adalah hal yang wajar, namun harus berujung pada penyelesaian demi kemaslahatan jam’iyah.
“Kalau awalnya ada perdebatan, ujungnya harus selesai. Dan itulah yang diharapkan oleh kita semua,” pungkasnya. kin/mg
There is no ads to display, Please add some









