Kediri – Di tengah kesibukannya sebagai anggota Yanma Polres Kediri Kota, Aipda Andik Puji Sumarton memiliki kepedulian besar terhadap hewan, khususnya kucing. Pria yang juga dikenal sebagai pecinta hewan ini mendirikan sebuah panti kucing yang sudah berjalan selama setahun terakhir.
Panti kucing ini menampung lebih dari 100 ekor kucing, baik yang terlantar di jalanan maupun kucing yang dititipkan pemiliknya karena terpaksa tidak bisa lagi memeliharanya.
“Daripada dibuang, lebih baik kucing ditaruh di sini. Tidak dipungut biaya, yang penting kucing dalam keadaan sehat. Kalau sakit pun tetap kami rawat dan beri obat gratis,” jelas Andik.
Dalam pengelolaan panti kucing, Andik tidak membuka donasi dan sepenuhnya membiayai kebutuhan makanan hingga perawatan hewan dari kantong pribadinya. Dalam sebulan ia harus merogoh kocek hampir 5 juta rupiah untuk pakan dan pasir 100 ekor kucing. “Murni dari saya sendiri, semua kebutuhan ditanggung pribadi tapi kadang ada yang bantu pakan,” ujarnya.

Panti tersebut terbagi dalam tiga ruangan, yakni khusus untuk kucing jantan, kucing sakit, serta induk bersama anak-anaknya. Untuk membagi waktu, Andik yang bertugas di bagian SIUM Yanma Polres Kediri Kota selalu menyempatkan diri memantau kebersihan dan memberi makan kucing setelah selesai menjalankan tugas dinasnya.
Selain mengelola panti kucing, Andik juga sudah lebih dulu membuka usaha petshop bernama Petzy sejak 2012. Menurutnya, alasan utama mendirikan panti kucing bukan karena bisnis, melainkan keprihatinan terhadap banyaknya kucing yang dibuang.
Ia berharap komunitas pecinta kucing (cat lovers) di Kediri semakin peduli dan turut mengupayakan program sterilisasi untuk mengendalikan populasi. “Saya ingin menggerakkan masyarakat supaya jangan buang kucing sembarangan. Kalau tidak bisa memelihara, bisa dititipkan ke shelter atau panti kucing,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some








