Kediri – Puluhan tim sepakbola usia dini bertarung di Dandim Cup U12. Berlangsung di Lapangan Bence, Kelurahan Pakunden, Kota Kediri. Ajang ini menjadi wadah bagi para pemain muda untuk menunjukkan bakat sekaligus mengasah kemampuan mereka sejak dini.
Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah menjelaskan bahwa turnamen yang diselenggarakan bekerja sama dengan PSSI Kota Kediri ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit unggul pesepak bola muda.
Menurutnya, pembinaan sejak usia dini sangat penting guna mencetak pemain berkualitas yang mampu bersaing di masa depan. “Untuk mencari bibit-bibit unggul pemain sepak bola yang masih di bawah umur untuk menjadi pemain sepakbola yang unggul nantinya,” ujar Letkol Inf Dhavid, Sabtu, (18/04/2026).
Letkol Inf Dhavid menambahkan, kegiatan seperti Dandim Cup U-12 ini juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi emas Indonesia menuju tahun 2045. Selain itu, ajang ini diharapkan dapat mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan gadget berlebihan ke aktivitas olahraga luar ruang yang lebih positif.
“Kita menjaga untuk mereka tidak hanya bermain gadget saja jadi kita manfaatkan untuk event-event seperti ini, ke olahraga outdoor,” ujarnya lagi.
Melalui adanya Dandim Cup U-12, diharapkan lahir talenta-talenta muda potensial dari Kota Kediri yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah sepak bola yang lebih tinggi.
“Insyaallah ini akan menjadi agenda tahunan dan ke depan bisa lebih banyak lagi untuk peminatnya” tambahnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, turnamen diikuti oleh 28 tim dari berbagai daerah, tidak hanya dari Kota Kediri tetapi juga dari luar daerah seperti Jombang, Bojonegoro, dan Sidoarjo. kickoff berlangsung pada 17 April 2026 kemarin dan akan berakhir pada tanggal 19 April 2026 besok.
Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kediri, Tomi Ari Wibowo, menyampaikan bahwa kompetisi berlangsung dengan sistem penyisihan grup. Nantinya, juara grup dan runner-up akan melaju ke babak berikutnya hingga semifinal untuk menentukan tim terbaik.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta, termasuk hadirnya pesepakbola putri yang selama ini minim mendapatkan wadah kompetisi di tingkat lokal.
“Yang selama ini tidak pernah ada event, jadi kesulitan event akhirnya sampai ikut keluar kota, hari ini Alhamdulillah, dia juga ikut,” ujar Tomi.
Lebih lanjut, Tomi menyebut bahwa turnamen ini juga menjadi ajang pemanasan sebelum digelarnya kompetisi resmi Askot Super League yang tengah dipersiapkan.
“Sebenarnya kita memang menargetkan banyak event seperti ini untuk menjaring dan memberikan ruang untuk anak-anak itu bermain. Jadi ini rutin, akan kita selenggarakan rutin nanti. Kita juga akan mengadakan Askot Super League nanti,” pungkas Tomi.
There is no ads to display, Please add some









