Kediri – Turnamen Tenis Wali Kota Kediri Cup 2026 resmi digelar di Kota Kediri, di Lapangan Pelti Kota Kediri, Sabtu (22/8). Ajang yang mengusung tema “Bersatu dalam Sportivitas, Berprestasi untuk Negeri” ini tidak hanya menjadi arena perebutan juara, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan sport tourism Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, turnamen tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran peserta dari luar daerah dinilai menjadi peluang untuk memperluas jejaring sekaligus mengenalkan Kota Kediri.
“Turnamen tenis ini bukan hanya sekadar mencari juara. Yang pertama untuk mempererat silaturahmi, karena yang hadir bukan hanya dari kota sendiri, tetapi ada juga dari Papua, Jawa Barat, Jawa Tengah dan daerah lainnya,” kata Vinanda saat membuka turnamen.
Menurutnya, kehadiran sejumlah mantan atlet nasional juga dapat menjadi daya tarik bagi atlet-atlet muda untuk mengenal dan menekuni olahraga tenis.
Vinanda berharap turnamen tersebut dapat menjadi pemantik bagi junior untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan. Selain itu, olahraga tenis juga diharapkan menjadi bagian dari pola hidup masyarakat.
“Bisa jadi ini menjadi daya tarik nantinya untuk para junior untuk berlatih tenis. Selain itu, olahraga harus menjadi pola hidup kita. Selain mengonsumsi makanan yang bergizi, olahraga juga harus menjadi kebutuhan yang kita lakukan secara rutin,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Tenis Wali Kota Kediri Cup 2026, Arief Cholisudin, menyampaikan turnamen perdana tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
Turnamen mempertandingkan empat kategori, yakni kelompok umur 90 putra dengan 24 pasangan, kelompok umur 110 putra sebanyak 30 pasangan, kelompok umur 120 putra sebanyak 33 pasangan, serta kelompok umur 100 putri dengan 15 pasangan.
“Walaupun ini pertama kali, antusiasme peserta luar biasa. Ada pemain-pemain nasional dan mantan pemain nasional yang hadir,” kata Arief.
Sejumlah mantan atlet nasional yang ambil bagian di antaranya Prima Simpatiaji, Andery Setiawanto, dan Sulistyo Wibowo. Peserta juga datang dari berbagai daerah, mulai Papua, Medan, Palembang, Jakarta, Bekasi, Banyuwangi hingga Semarang.
Peserta tertua dalam turnamen ini tercatat berusia 74 tahun. Sementara peserta terjauh berasal dari Papua.
Arief berharap kehadiran peserta dari berbagai daerah tidak hanya memberikan pengalaman bertanding, tetapi juga membuat mereka mengenal Kota Kediri sebagai salah satu tujuan wisata.
“Harapan kami setelah bertanding di sini, mereka kangen dengan Kota Kediri. Kami ingin Kota Kediri menjadi salah satu tujuan wisata, sport tourism. Tidak hanya olahraganya, tetapi juga kuliner dan keramahan warga Kota Kediri,” ujarnya.
Ketua Pelti Kota Kediri, Farid menambahkan, turnamen ini merupakan salah satu program Pelti Kota Kediri sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT Kota Kediri ke-1147.
Menurutnya, turnamen kali ini sengaja menyasar kelompok usia senior sebagai ajang silaturahmi dan mempertemukan pemain-pemain berpengalaman dari berbagai daerah.
“Untuk tahap awal kita mengambil yang senior-senior dulu. Ada kelompok umur 90, 110, 120, kemudian ibu-ibu kelompok umur 100. Ke depan insyaallah akan ada event dengan kategori junior,” jelas Farid.
Farid menyebut turnamen tersebut diikuti sejumlah mantan pemain nasional dan pemain berpengalaman. Hal itu diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi peserta lain sekaligus menjadi motivasi bagi perkembangan tenis di Kota Kediri.
“Pertama ini untuk ajang silaturahmi dulu. Nanti insyaallah kalau kita siap akan ada level-level junior,” pungkasnya.
There is no ads to display, Please add some










