Kediri – Sebanyak 77 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kediri dikukuhkan di Pendopo Panjalu Jayati, Kabupaten Kediri, Kamis (13/8). Mereka akan bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Dari 77 peserta yang terpilih, terdiri dari 39 putri dan 38 putra. Namun, dua di antaranya masing-masing satu putra dan satu putri akan bertugas sebagai perwakilan Kabupaten Kediri di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko mengatakan, proses seleksi Paskibraka tahun ini diawali dengan pendaftaran yang diikuti hampir 900 peserta.
Setelah seleksi administrasi, jumlah peserta menyusut menjadi sekitar 520 orang. Mereka kemudian mengikuti sejumlah tahapan, mulai tes kesehatan, psikotes, samapta hingga pantukhir, hingga akhirnya terpilih 77 anggota Paskibraka.
“Dari proses itu akhirnya kita melahirkan 77 peserta, 39 wanita dan 38 pria. Untuk yang bertugas di Kabupaten Kediri tinggal 75, karena satu wanita dan satu pria berangkat ke provinsi,” kata Yuli.
Dua peserta yang dikirim ke tingkat provinsi tersebut masing-masing berasal dari SMK Negeri 1 Grogol untuk putra dan SMA Negeri 2 Pare untuk putri. Keduanya telah mengikuti pemusatan latihan di tingkat provinsi sejak 5 Agustus 2026.
Yuli menambahkan, para anggota Paskibraka Kabupaten Kediri masih menjalani latihan pemantapan formasi. Hal itu karena terdapat perubahan pola formasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun kemarin karena kita sudah memakai standar istana. Tiang bendera ada di tengah lapangan. Kalau kemarin di tepi, sekarang mengikuti arahan Kemendagri dan istana,” ujarnya.
Latihan akan dilanjutkan dengan geladi kotor dan geladi bersih sebelum pelaksanaan upacara 17 Agustus.
Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berpesan agar para anggota Paskibraka tidak hanya bangga karena terpilih, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi teman-temannya di sekolah.
“Pesan saya hanya satu, sebagai Paskibraka pastikan punya kebanggaan dan menjadi contoh di sekolahnya. Jadilah contoh yang baik bagi teman-temannya,” kata Hanindhito.
Menurutnya, menjadi teladan dapat diwujudkan dengan menjauhi berbagai perilaku negatif, salah satunya bullying.
Hanindhito juga meminta para anggota Paskibraka ikut menjaga diri dari perilaku yang dapat mendorong terjadinya pernikahan dini. Ia mengaku prihatin karena masih menemukan kasus pernikahan dini yang melibatkan anak usia sekolah.
“Saya berusaha untuk menekan angka pernikahan dini. Saya sedih betul kalau dengar bertambah, bertambah, bertambah, ada yang usianya masih sekolah. Rata-rata masih sekolah, penyebabnya hamil di luar nikah,” tuturnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak.
Selain menjadi teladan dan menjaga diri, Hanindhito juga berpesan agar anggota Paskibraka terus mewarisi nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, ikatan antarpaskibraka yang terbentuk dari tahun ke tahun dapat menjadi sarana untuk meneruskan nilai-nilai tersebut kepada generasi berikutnya.
“Teman-teman Paskibraka hari ini harus mewarisi ideologi Pancasila dan terus nanti sampai ke adik-adiknya. Paskibraka itu punya ikatan, alumni biasanya dari tahun ke tahun punya ikatan, ini bisa diteruskan sampai ke bawah,” pungkasnya.kin/mg
There is no ads to display, Please add some










