BERITA KEDIRI
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
BERITA KEDIRI
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Bukan Sekedar Penanda Kegiatan, Kenteng Ploso Sarat Sejarah

redaksi by redaksi
Juni 21, 2026
in Peristiwa
0
Komite Dzurriyah Muassis NU Usulkan Tongkat – Tasbih Masuk Tradisi Pelantikan Pengurus

Kediri – Suara kenteng mengawali pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Ploso, Kediri pada Sabtu (20/6).

Bagi masyarakat umum, benda tersebut mungkin tampak seperti besi tua. Namun bagi keluarga besar Ploso, kenteng merupakan simbol sejarah, perjuangan, sekaligus identitas pesantren yang telah diwariskan lintas generasi.

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), yang juga alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso, menjelaskan bahwa kenteng yang digunakan dalam pembukaan Munas-Konbes memiliki sejarah panjang sejak masa penjajahan Belanda.

Menurutnya, kenteng tersebut berasal dari bom peninggalan Belanda yang ditemukan di lingkungan pesantren setelah masa kemerdekaan. Bom yang semula berpotensi membawa bahaya itu kemudian dimodifikasi dan dimanfaatkan sebagai alat penanda berbagai aktivitas pesantren.

“Di Ploso itu ada namanya kenteng. Dulu ceritanya ada bom yang dikirim Belanda ke belakang pesantren. Alhamdulillah tidak meledak. Setelah masa perjuangan kemerdekaan, bom itu ditemukan lalu dimodifikasi menjadi kenteng yang digunakan untuk penanda shalat, mengaji, dan berbagai kegiatan pesantren,” ujar Gus Salam.

Ia menuturkan, sejak sekitar akhir 1940-an hingga awal 1950-an, kenteng menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan santri. Suaranya digunakan untuk menandai waktu jamaah shalat, pengajian, hingga aktivitas belajar mengajar.

Bahkan, menurut Gus Salam, para santri pada masa lalu kerap berebut kesempatan membunyikan kenteng karena benda tersebut memiliki nilai tersendiri dalam tradisi pesantren.

“Dulu santri-santri sering berebut untuk memukul kenteng. Saya sendiri pernah menyimpan pemukulnya di kamar supaya tidak keduluan yang lain. Itu menjadi kenangan yang sangat melekat bagi alumni Ploso,” katanya.

Lebih dari sekadar alat penanda waktu, kenteng juga menyimpan pesan filosofis. Gus Salam menilai perubahan fungsi bom menjadi kenteng menunjukkan bahwa sesuatu yang awalnya membawa mudarat dapat diubah menjadi sumber kemanfaatan melalui kreativitas dan niat baik.

“Segala sesuatu itu pada dasarnya netral. Tinggal bagaimana manusia memanfaatkannya. Kenteng ini berasal dari bom yang seharusnya berbahaya, tetapi kemudian diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk mengingatkan orang pada shalat dan pengajian. Semua hal memiliki potensi untuk menjadi kebaikan,” ujarnya.

Karena nilai sejarah dan makna simboliknya itulah, penggunaan kenteng dalam pembukaan Munas-Konbes NU 2026 dinilai memiliki makna yang mendalam bagi warga Ploso dan Nahdliyin. Benda yang telah menjadi ikon pesantren selama puluhan tahun itu dipilih untuk menandai dimulainya forum tertinggi NU di bawah Muktamar.

“Bagi keluarga besar Ploso, kenteng sangat ikonik dan identik dengan pesantren ini. Mungkin satu-satunya pesantren di Indonesia yang penanda shalat dan ngajinya menggunakan kenteng. Karena itu ketika kenteng digunakan untuk membuka Munas-Konbes, ada nuansa spiritual dan historis yang sangat kuat bagi kami,” pungkasnya.kin/mg


There is no ads to display, Please add some
Tags: PBNU
Advertisement Banner
redaksi

redaksi

Search By Date

Recommended

Pesan Presiden Ke 7 RI Joko Widodo Untuk Paslon Vinanda-Gus Qowim

Pesan Presiden Ke 7 RI Joko Widodo Untuk Paslon Vinanda-Gus Qowim

2 tahun ago
Finfest 2025 Resmi Dibuka, Gus Qowim: Wujud Sinergi untuk Literasi dan Inklusi Keuangan di Kota Kediri

Finfest 2025 Resmi Dibuka, Gus Qowim: Wujud Sinergi untuk Literasi dan Inklusi Keuangan di Kota Kediri

8 bulan ago

Don't Miss

Perkasa di Final, Satria Jatim FC Juara Elite Pro Gerindra Cup U-17

Perkasa di Final, Satria Jatim FC Juara Elite Pro Gerindra Cup U-17

Juni 21, 2026
Komite Dzurriyah Muassis NU Usulkan Tongkat – Tasbih Masuk Tradisi Pelantikan Pengurus

4 Wilayah Masuk Kandidat Tuan Rumah Muktamar PBNU

Juni 21, 2026
Komite Dzurriyah Muassis NU Usulkan Tongkat – Tasbih Masuk Tradisi Pelantikan Pengurus

Munas-Konbes PBNU Turut Bahas Tata Kelola Tambang

Juni 21, 2026
Komite Dzurriyah Muassis NU Usulkan Tongkat – Tasbih Masuk Tradisi Pelantikan Pengurus

Bukan Sekedar Penanda Kegiatan, Kenteng Ploso Sarat Sejarah

Juni 21, 2026

BERITA KEDIRI

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.

© www.beritakediri.com - Referensi Kediri Raya

BeritaKediri.com

  • BERITA KEDIRI – Referensi Kediri Raya
  • Indeks
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
BERITA KEDIRI

No Result
View All Result
  • DEPAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • KRIMINAL
  • UNIK
  • FOTO
  • POLISI
  • HOBI
  • IKASMADA
  • ADVERTORIAL

© Berita Kediri Referensi Kediri Raya.